Akun Facebook Wakil Ketua DPRD NTB Dipalsukan, Lalu Dipakai Minta Uang

Mataram (suarantb.com) – Nasib naas menimpa Wakil Ketua DPRD NTB, H. Abdul Hadi, SE, MM. Politisi yang juga menjabat Ketua DPW PKS NTB ini dipalsukan akun Facebook-nya, lalu dimanfaatkan untuk meminta uang ke sejumlah orang yang mengenalnya.

Aksi kriminal ini terungkap setelah sejumlah rekan Hadi di PKS mencium gelagat tidak beres dengan ulah Abdul Hadi palsu ini.

Iklan

Salah seorang pengurus PKS NTB, Rony Kadran menuturkan, persoalan ini terungkap setelah ia mendapatkan laporan dari rekan-rekannya sesama pengurus PKS. Sejumlah pengurus PKS itu, dihubungi oleh akun yang menyerupai Abdul Hadi melalui kotak pesan di akun mereka.

Dalam pesan tersebut, Abdul Hadi palsu ini meminta agar dikirimi sejumlah uang dengan alasan tengah membutuhkan dana untuk membiayai keluarganya yang akan menjalani operasi.

“Begini, jika diperbolehkan saya ingin meminjam dana. Karena hari ini keluarga harus dioperasi. Insya Allah hari Rabu saya kembalikan,” ujar Abdul Hadi palsu tersebut dalam pesan Facebook-nya.

Namun, para pengurus PKS yang menjadi sasaran penipuan ini tidak begitu saja mempercayainya. Mereka kemudian memotret layar ponsel berisi pembicaraan tersebut dan mengirimkannya ke grup WhatsApp khusus para pengurus PKS.

Menurut Rony, jumlah pengurus yang mengalaminya ternyata tidak sedikit. Hingga Selasa, 25 Oktober 2016 pukul 00.00 Wita, jumlah pengurus PKS yang diketahui menerima pesan dari akun palsu Abdul Hadi telah mencapai tujuh orang. Diperkirakan, jumlah ini akan bertambah karena bisa saja ada yang belum mengetahui atau melaporkannya.

Rony sendiri, saat melakukan pengecekan terhadap akun yang dilaporkan tersebut langsung meyakini bahwa akun tersebut adalah akun palsu.

“Dari akun saya sudah hafal akun asli beliau,” ujarnya. Untuk itu, Rony langsung mengunggah perbandingan akun asli milik Abdul Hadi dan akun palsu yang digunakan untuk tujuan meminta-minta uang tersebut.

Diperkirakan, pelaku mulai melancarkan aksinya pada 24 Oktober 2016 malam. Rony menambahkan, saat si penipu beraksi, Abdul Hadi diperkirakan tengah dalam perjalanan menuju Dubai. Tampaknya, pelaku memang mengetahui dan memanfaatkan situasi ini. Sebab, dalam situasi tersebut Abdul Hadi yang asli tentu tidak bisa dikonfirmasi melalui panggilan telepon akibat mematikan ponselnya saat dalam pesawat menuju Dubai.

“Perjalanan lama, dan handphone beliau memang mati. Situasi itu dimanfaatkan untuk beroperasi,” ujarnya.

Selain para pengurus PKS, akun Abdul Hadi abal-abal itu rupanya juga menyasar sejumlah wartawan yang mengenalnya. Dua orang wartawan Suara NTB, salah satunya Muhammad Nasir juga nyaris menjadi korban.

Kepada Nasir, Abdul Hadi abal-abal ini meminta uang dengan alasan serupa. Uang yang diminta nilainya mencapai Rp 4 juta. Nasir sendiri mengaku sudah mengetahui jika ini adalah modus penipuan dan mencoba melakukan konfirmasi. Sayangnya, saat dikonfirmasi, ponsel milik Abdul Hadi memang sedang tidak aktif dan masih belum juga aktif hingga berita ini ditulis. (aan)