Aktivitas Rekanan di Proyek Jembatan Dasan Agung Belum Tampak

Mataram (Suara NTB) – Kendati Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) pada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Mataram telah menandatangani kontrak pengerjaan jembatan Dasan Agung, namun hingga saat  rekanan pemenang tender belum ada aktivitas fisik di lokasi proyek.

Pantauan Suara NTB, Sabtu (30/6), tidak ada pekerja maupun material untuk melanjutkan proyek jembatan yang sempat tertunda tersebut. Anak – anak yang hendak menyeberang dari Lingkungan Kebon Sari menuju Dasan Agung terpaksa harus menyeberang sungai.

Iklan

Proyek ini dimenangkan oleh CV Triosatrio dengan nilai kontrak Rp1,8 miliar lebih dari pagu Rp1,94 miliar. Berdasarkan kontrak rekanan memulai pekerjaan dari 25 Mei – 21 Oktober atau 150 hari kalender.

Kepala Dinas PUPR Kota Mataram, Ir. H. Mahmuddin Tura mengakui, rekanan belum mengerjakan bagian fisik jembatan. Karena, 70 persen sisa pekerjaan fokus mengerjakan konstruksi baja. “Seminggu yang lalu saya sudah monitor ke bengkel. Kontraktornya sedang rakit baja jembatan,” kata Mahmuddin dikonfirmasi pekan kemarin.

Struktur utama pondasi jembatan tidak ada lagi tambahan pengerjaan. Tinggal penyesuaian dari gang Jebaq Beleq untuk dilakukan pengikisan untuk mengurangi elevansi jembatan. Kata Mahmuddin, rencana pekan ini perakitan konstruksi baja selesai. Rekanan langsung menyempurnakan atau mengerjakan fisik lainnya. “Efektifnya minggu depan sudah ada pekerjaan fisik. Konstruksi bajanya hampir final,” tambahnya.

Pembangunan jembatan Dasan Agung menuju Kebon Sari panjangnya 28,9 meter. Konstruksinya tidak perlu pondasi tengah. Artinya, konstruksi baja dipasang membentang. Pihaknya sudah memperhitungkan kapasitas. Hanya kendaraan seperti sepeda motor dan cidomo saja yang boleh menggunakan akses jalan tersebut.

“Walaupun kita sudah perhitungan bisa mobil kecil menggunakan jembatan itu. Tetapi tetap kita tidak perbolehkan untuk mengantisipasi hal – hal yang tidak diinginkan,” ujarnya. Perhitungan kapasitas muatan diharapkan tidak menimbulkan persoalan. Sehingga, rekanan diminta lebih teliti mengerjakan konstruksi baja maupun bagian lainnya. (cem)