Aktivis LSM Tendang Pintu Ruangan Pimpinan DPRD KLU

Tanjung (Suara NTB) – Desakan koalisi LSM agar unsur pimpinan DPRD mencabut laporan RAB di Kepolisian kembali mencuat. Senin, 5 September 2016 sekitar lima orang pentolan Koalisi LSM menyambangi unsur pimpinan DPRD. Dari tiga orang, mereka hanya mendapati satu orang saja, yakni Wakil Ketua II, Sudirsah Sujanto, S.Pd.B. SIP. Karena berang, pintu ruangan Wakil Ketua I DPRD KLU, Djekat Demung pun menjadi sasaran tendangan salah seorang LSM.

Salah seorang perwakilan Koalisi LSM yang juga Ketua LSM Jaringan Peduli Anggaran (JPA) KLU, Marianto, kepada wartawan menegaskan jika pihaknya menginginkan bentuk nyata dari kasus RAB. Apakah unsur pimpinan DPRD akan melanjutkan atau justru mencabut kasus tersebut. Namun demikian, pihaknya selaku representasi aspirasi masyarakat mendesak supaya pimpinan DPRD mencabut laporan kasus RAB.

Iklan

“Kita datang ke kantor Dewan, semata-mata untuk bertemu dengan Amaq Djekat (Wakil Ketua I), supaya jelas apa solusinya. Kita juga masyarakat KLU, masyarakat beradab, tidak ingin masalah ini diperpanjang, apalagi untuk kemaslahatan orang banyak,” ungkap Marianto.

Menurutnya, ketiadaan dua unsur pimpinan DPRD KLU (Sri Pradianti dan Djekat Demung), merupakan bentuk ketakutan akibat perseteruan dengan LSM. Namun ia membantah, konflik tidak diciptakan oleh LSM, melainkan dibentuk oleh kinerja unsur pimpinan dalam mengelola lembaga (baca: kasus RAB).

Salah satu acuan Marianto, bahwa Djekat ia nilai plin-plan dalam mengambil sikap. Terhadap kasus RAB, pimpinan DPRD sejatinya telah difasilitasi oleh bupati, wakil bupati untuk mendamaikan RAB. Ironi bagi LSM, pascamediasi Pimpinan DPRD justru kembali bersuara di media massa. “Ini kan ndak pantas jadi wakil rakyat, tidak konsisten. Sebagai masyarakat bermartabat, mari selesaikan, jangan menghindar seperti ini,” katanya.

Dikonfirmasi terpisah, Wakil Ketua DPRD KLU, Djekat Demung, via telepon menolak memberi komentar. “Saya tidak mau menanggapi dulu, biarkan saja. Saya lebih memilih cooling down dulu,” ujar Djekat singkat. (ari)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here