Aktivis Kembali Gedor Kantor Bupati Lotim

Aliansi Gerakan Keadilan Masyarakat Lotim menuntut sejumlah perubahan dengan menggelar aksi unjuk rasa menggedor kantor bupati, Kamis, 2 September 2021.(Suara NTB/yon)

Selong (Suara NTB) – Dalam dua hari berturut-turut, sejumlah aktivis dan mahasiswa menggelar aksi unjuk rasa di kantor Bupati Lotim. Tidak jauh berbeda dari aksi sebelumnya, aktivis dan mahasiswa yang menamakan dirinya Aliansi Gerakan Keadilan Masyarakat Lotim menuntut sejumlah perubahan.

Sejumlah persoalan yang dikeluhkan mulai dari ketimpangan sosial, peredaran narkoba serta sejumlah birokrasi yang dinilai belum maksimal. Termasuk pekerja migran yang tidak memperoleh keadilan di luar negeri.

Iklan

Salah satu orator aksi, Usman yang juga Ketua Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI) Lotim menegaskan, banyak tenaga kerja yang bekerja di luar negeri belum memperoleh perhatian serius dari pemerintah. “Ada tenaga kerja asal Lotim yang menjadi buruh migran di luar negeri belum bisa pulang ke daerah asalnya. Bahkan pemerintah menutup mata untuk memulangkan mereka,” ungkapnya, Kamis, 2 September 2021.

Maka dari itu, pemerintah diminta untuk peka terhadap segala permasalahan di luar negeri itu agar dipulangkan ke daerahnya masing-masing.

Selain itu, secara bergantian beberapa aktivis juga menyerukan adanya sejumlah pejabat di birokrasi yang harus diganti. Mereka menilai pejabat tersebut tidak berpihak kepada masyarakat.

Usai menggelar orasi, Sekretaris Daerah (Sekda) Lotim, Drs. HM. Juaini Taofik menemui para pendemo dengan dikawal aparat keamanan. Sekda Lotim Juaini Taofik berjanji akan meneruskan aspirasi para aktivis dan mahasiswa. (yon)

AdvertisementJasa Pembuatan Website Profesional