Aktifkan Satgas Covid-19 Desa, NTB Tutup PTM di Daerah Zona Merah Covid-19

Nurhandini Eka Dewi

Mataram (Suara NTB) – Melonjaknya kasus Covid-19 di NTB dalam beberapa waktu terakhir membuat Pemprov dan Pemda Kabupaten/Kota mengambil kebijakan menutup Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di semua jenjang pendidikan yang berada di daerah zona merah Covid-19 seperti Kabupaten Sumbawa, Dompu, Bima dan Kota Bima ditutup. Selain itu, Satgas Covid-19 Desa/Kelurahan juga akan kembali diaktifkan untuk melakukan pemantauan terhadap pelaku perjalanan yang baru datang dari luar daerah dan luar negeri.

‘’Dari sisi pendidikan, tadi keputusannya daerah zona merah, BDR (Belajar dari Rumah). Daerah yang tidak merah, diutamakan untuk kelas VI, IX dan XII karena akan ujian. Yang lain BDR. Itu salah satu kesepakatan kita rapat dengan kabupaten/kota,’’ ujar Asisten III Setda NTB, dr. Nurhandini Eka Dewi, Sp.A., dikonfirmasi usai rapat koordinasi penanganan Covid-19 dengan kabupaten/kota se – NTB secara virtual, di Kantor Gubernur, Jumat, 22 Januari 2021.

Iklan

Eka menjelaskan rakor tersebut membahas situasi dan kondisi terkini Covid-19 di NTB. Istilah Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) yang diterapkan di NTB tidak menyeluruh seperti Pembatasan Sosial Skala Besar (PSBB).

“Tetapi pembatasan yang sesuai situasi dan kondisi. Sekolah dibatasi. Kegiatan-kegiatan dibatasi, sudah mulai diberlakukan jam malam,” katanya.

Selain itu, kata Eka, Pemda kabupaten/kota juga sepakat mengaktifkan kembali Satgas Covid-19 Desa/Kelurahan. Sehingga penanganan Covid-19 dilakukan berbasis desa/kelurahan.

‘’Untuk pengawasan orang yang masuk. Karena pelaku perjalanan semakin banyak. Kalau dulu, di desa diawasi. Kesepakatannya tadi mengaktifkan Satgas Covid Desa. Antara lain, tugasnya mengawasi orang yang masuk di desa itu. Kemudian mengawasi masyarakat yang karantina dan isolasi mandiri,” terangnya.

Mantan Kepala Dinas Kesehatan (Dikes) NTB ini mengatakan, jika ada warga yang positif, maka Satgas Covid-19 Desa/Kelurahan akan melakukan tracing terhadap 20 – 30 orang yang pernah kontak erat. Sehingga tracing, testing dan treatment (3T) akan dioptimalkan.

Terpisah, Kepala Pelaksana BPBD NTB, Ir. Zainal Abidin, M. Si., mengatakan hasil rakor tersebut, nantinya akan dibuat Instruksi Gubernur. Instruksi Gubernur tersebut yang nantinya ditindaklanjuti oleh Pemda Kabupaten/Kota.

Dengan banyaknya daerah yang menjadi zona merah Covid-19 di NTB, maka Satgas Covid-19 Desa/Kelurahan kembali diaktifkan. Hal ini pernah dilakukan NTB pada bulan Mei, Juni dan Juli 2020 lalu.

‘’Satgas Desa perlu kita aktifkan, perlu instruksi gubernur. Karena berkaitan dengan penganggaran di tingkat desa. Instruksi gubernur sudah selesai drafnya, tinggal ditandatangani,’’ tandas Mantan Kepala Biro Kerjasama Setda NTB ini. (nas)

Advertisementfiling laporan pajak Jasa Pembuatan Website Profesional