Aksi Penertiban Kosmetik dan OT Ilegal

Mataram (Suara NTB) – Komitmen untuk selalu melindungi masyarakat dari obat dan makanan yang berisiko terhadap kesehatan senantiasa diwujudkan oleh Badan POM RI beserta jajarannya di seluruh Indonesia. Salah satu wujud komitmen tersebut dengan dilaksanakannya aksi penertiban pasar dalam negeri dari produk obat tradisional (OT), kosmetik dan produk komplemen yang Tidak Memenuhi Syarat (TMS).

Iklan

Tim terpadu dari  Polda NTB, Dinas Kesehatan dan Dinas Perdagangan, BBPOM Mataram melakukan penyisiran ke sarana distribusi obat tradisional, pasar tradisional dan sarana distribusi kosmetik. Termasuk penjual online shop di wilayah Kota Mataram, Kabupaten Lombok Barat, Kabupaten Lombok Tengah, Kabupaten Lombok Timur dan Kabupaten  Bima.

Kepala BBPOM Mataram, Dra. Ni Gusti Ayu Nengah Suarningsih, Apt, MH., kepada Suara NTB, Kamis (10/5) mengatakan aksi terpadu penertiban kosmetik dan obat tradisional illegal tersebut dilaksanakan pada Mei 2017. Jumlah total temuan sebanyak 222 item atau  6.255 pcs dengan total nilai ekonomi Rp 102.751.000-.

Suarningsih menjelaskan terhadap temuan produk yang TMS dilakukan tindakan pemusnahan oleh pemilik dengan disaksikan petugas ataupun penyerahan kepada petugas untuk proses lebih lanjut. Aksi serentak ini diharapkan mampu memutus mata rantai peredaran produk yang TMS serta penelusuran sumber pengadaan kosmetik dan obat tradisional ilegal.
Ia menjelaskan, berdasarkan UU Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan Pasal 106 ayat (1) Jo. Pasal 197 para pelaku pelanggaran dapat dikenakan sanksi pidana penjara maksimal 15 tahun dan denda paling banyak Rp 1,5 miliar. Selama kurun waktu 2015 sampai 2016, Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) BBPOM Mataram telah menangani 20 kasus pelanggaran komoditi kosmetik dan obat tradisional.

Pihaknya berharap kepada konsumen di NTB menjadi konsumen yang cerdas, jangan sampai tergiur pada hasil instan dan promosi di media jejaring sosial (online) yang pada akhirnya akan merugikan konsumen sendiri. Konsumen disarankan membaca label sebelum membeli, pastikan cek  KLIK (Kemasan, Label, Izin Edar dan Kadaluwarsa).

Apabila konsumen menemukan hal – hal yang tidak wajar pada kosmetik ataupun obat tradisional yang akan digunakan, kata Suarningsih, maka  dapat datang langsung ke Unit Layanan Pengaduan Konsumen (ULPK) BBPOM Mataram atau menghubungi di (0370) 621926 dan email ke bpom_mtrm@yahoo.com

Ia menambahkan, kegiatan penertiban pasar dalam negeri dari kosmetik dan obat tradisional yang tidak memenuhi syarat akan terus dilakukan untuk melindungi masyarakat dari produk yang tidak memenuhi persyaratan mutu dan keamanan. “Satukan langkah untuk masa depan, menuju masyararakat NTB yang beriman, berbudaya dan berdaya saing,” tandasnya. (nas/*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here