Akses Jalan Nyaris Putus, Ratusan Jiwa di Dusun Temas Sesaot Terancam Terisolasi

Nyaris putus, akses jalan di Dusun Temas Lestari Desa Sesaot Kecamatan Narmada ini terancam putus total kalau tidak segera diperbaiki. (Suara NTB/ist)

Giri Menang (Suara NTB) – Akses jalan menuju Dusun Temas Lestari Desa Sesaot Kecamatan Narmada nyaris putus akibat longsor. Jalan ini mengalami longsor akibat dihantam hujan yang mengguyur daerah itu Kamis, 29 Oktober 2020, dipicu jalan ini tak ada saluran irigasi. Selain dampak hujan, jalan ini mengalami rusak parah akibat aktivitas pengangkutan material galian C di kawasan tersebut. Kini, ratusan jiwa yang mendiami dusun itu pun terancam terisolir kalau akses jalan itu tak kunjung diperbaiki.

Pantauan koran ini Jumat, 30 Oktober 2020, akses jalan sepanjang beberapa kilometer itu tak jauh dari lokasi wisata Sesaot. Berada di daerah pinggir perbukitan menyebabkan lokasi ini menjadi sasaran aktivitas galian C. Jalan yang berukuran tak terlalu lebar ini dibangun menggunakan aspal melalui program aspirasi anggota DPRD. Namun sebagian besar sudah hancur. Bahkan akibat dilalui kendaraan dam truk pengangkut galian C, aspal sudah terikis. Diperparah lagi dengan hujan yang mengguyur daerah itu mengakibatkan jalan aspal sudah tak berbentuk. Di sekitar daerah itu terdapat beberapa titik lokasi galian C. Ada juga yang sudah ditutup dan dipasangkan plang oleh Pemda.

Iklan

Dikonfirmasi terkait kondisi jalan ini, Kepala Desa Sesaot Yuni Hariseni mengakui jalan ini nyaris putus akibat diguyur hujan. Badan jalan longsor dihantam derasnya air hujan, karena posisi jalan ini lebih tinggi dibandingkan dengan kebun warga.” Jalan ini nyaris putus, karena dihantam derasnya hujan,”aku dia.

Sebelum hujan mengguyur, jalan ini masih bisa dilalui dump truck. Namun hujan kembali terjadi dipicu tidak ada Irigasi sehingga mengakibatkan jalan itu nyaris putus.

Parahnya kerusakan jalan ini dipicu juga aktivitas galian C yang berlangsung sejak dulu, pihak desa sudah mengimbau warga agar tidak melakukan galian C. Khusus di Temas, galian C sudah ditutup. Hanya saja ada aktivitas pencucian pasir yang masih terjadi di ujung dusun setempat. Akibatnya lalu lalang kendaraan dam truk masih melalui jalan itu, sehingga memicu kerusakan. Akibat kerusakan jalan ini, sebanyak 200 jiwa yang menghuni dusun terancam terisolasi. “Sekitar 200 jiwa yang mendiami dusun itu, kalau jalan tidak segera diperbaiki maka tidak bisa dilalui lagi,”aku dia.

Pihaknya berharap agar jalan ini dijadikan jalan kabupaten, sebab kalau masuk jalan kabupaten, maka jalan ini bisa menghubungkan dengan Desa Lembah Sempage.

Upaya untuk penanganan jalan ini, pihak desa akan berupaya menangani jangka pendek dengan memasangkan karung menutupi lubang jalan agar bisa dilalui sementara waktu oleh warga. Sebelumnya pihak desa juga sudah melakukan gotong royong memperbaiki Jalan itu. Pihak desa juga sudah bersurat ke bupati dan gubernur. “Kami usulkan ke pak bupati agar dibangun, tapi karena ini jalan dusun, sehingga belum bisa,” aku dia.

Sementara berharap dari Pembiayaan DD dirasanya tidak mampu sebab panjang jalan ini mencapai 2-3 Kilometer. Desa hanya bisa menangani drainase Jalan ini. “Perlu dilakukan penanganan oleh Pemda,”jelas dia.

Ia menambahkan Jalan ini sendiri sudah diaspal dari program aspirasi DPRD Lobar Dapil Narmada Lingsar. Terakhir jalan ini ditangani oleh DPRD Provinsi. Mencegah terjadinya longsor, perlu dibangun beronjong.

Kadis Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Lobar, Made Arthadana mengatakan pihaknya segera memerintahkan jajarannya untuk turun mengecek kondisi jalan tersebut. “Kami segera turun cek untuk bagaimana nanti penanganannya,” jelas dia lewat sambungan telepon.  Pihaknya akan berkoordinasi dengan dinas terkait untuk penanganannya. (her)