Akibat Transmisi Lokal, Kasus Covid-19 di Kota Bima Melonjak

Ahmad. (Suara NTB/Uki)

Kota Bima (Suara NTB) – Lonjakan kasus Covid-19 di Kota Bima terus mengalami peningkatan dan bertambah dari hari ke hari. Bahkan sampai saat ini, empat dari lima Kecamatan di Kota Bima berstatus zona merah Covid-19.

Berdasarkan data Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Bima, jumlahnya kini mencapai 57 kasus, yang tersebar di wilayah Kecamatan Asakota, Rasanae Barat, Mpunda dan Raba. Hanya Kecamatan Rasanae Timur yang nihil (zona hijau).

Iklan

Sekretaris Dinas Kesehatan (Dikes) Kota Bima, Ahmad S.Sos, tidak membantah trend kasus Covid-19 di Kota Bima terus mengalami peningkatan. Salahsatu penyebabnya akibat transmisi lokal.

“Memang skalanya terus naik. Berdasarkan hasil identivikasi, penyebab tingginya kasus corona di Kota Bima, akibat transmisi lokal,” katanya kepada Suara NTB, Jum’at, 7 Agustus 2020.

Selain itu, kata dia tingkat kepatuhan dan kesadaran masyarakat Kota Bima dalam menerapkan protokol kesehatan Covid-19, seperti menggunakan masker dan jaga jarak masih sangat rendah.

“Kami melihat kepatuhan dan kesadaran masyarakat kita untuk menjalankan protokol kesehatan Covid-19 masih dan masih sangat rendah,” katanya.

Belum lagi lanjut dia, banyaknya masyarakat yang menghadiri kegiatan sosial kemasyarakatan salahsatunya acara pernikahan yang melibatkan orang banyak tanpa mengikuti protokol kesehatan Covid-19.

“Imbauan Protokol kesehatan Covid-19 yang terus kita sosialisasikan, justru berbanding terbalik dilakukan masyarakat kita,” katanya.

Ahmad menambahkan, lonjakan peningkatan kasus Covid-19 di Kota Bima juga terjadi setelah Pemkot Bima mencabut Peraturan Walikota (Perwali) nomor 24 Tahun 2020 Pembatasan Sosial Berskala Kelurahan (PSBK) sejak 1 Juni 2020.

“Sejak ditariknya Perwali PSBK dan Kota Bima zona hijau Covid-19 semuanya dianggap bebas dan tidak perlu lagi menggunakan masker dan jaga jarak lagi,” ujarnya.

Untuk meminimalisir dan mengendalikan kasus Covid-19, Pemkot Bima saat ini tengah menyiapkan Perwali yang kemungkinan akan diterbitkan dalam waktu dekat, tentang masa transisi menuju new normal.

“Kita harapkan terbitnya Perwali ini nantinya kesadaran dan kepatuhan warga Kota Bima menerapkan protokol Covid-19 meningkat serta wabah corona mampu dikendalikan,” pungkasnya. (uki)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here