Akibat Puskesmas Kota Ditutup, Layanan di Puskesmas Dompu Timur Membeludak

dr. Laela Soraya tampak sedang memantau petugas di pos pemeriksaan awal pasien yang berkujung ke Puskesmas Dompu Timur, Selasa, 22 September 2020.(Suara NTB/ula)

Dompu (Suara NTB) – Layanan Puskesmas Dompu Timur kini jadi sentra layanan kesehatan, menyusul ditutupnya Puskesmas Dompu Kota untuk sementara waktu. Peningkatan layanan meningkat tajam dari rata-rata 50 orang per hari menjadi 200-an orang per hari. Tidak hanya melayani pasien yang berobat, tapi juga melayani rapid test atau tes cepat untuk pelaku perjalanan dan bagi mereka yang hendak mendapatkan layanan lanjutan di RSU Dompu.

Ada dua tempat layanan dibuka Puskesmas Dompu Timur untuk menghindari penyebaran Covid-19, yaitu pada pintu masuk Puskesmas disiapkan petugas pemeriksaan suhu tubuh. “Pasien tanpa gejala diterima masuk mendaftar pada loket dan dilayani. Tapi bagi yang bergejala seperti batuk, pilek, panas langsung dilayani di pos pemeriksaan awal. Kalaupun butuh layanan berikutnya, pasien akan dibawa melalui jalur belakang ke laboratorium,” kata dr. Laela Soraya yang didampingi bidan Putri di Puskesmas Dompu Timur, Selasa, 22 September 2020.

Iklan

Di tengah pandemi Covid-19, kata dr. Laela Soraya, pihaknya dituntut kerja ekstra akibat banyak pasien yang membutuhkan layanan. Apalagi kini puskesmas Dompu Kota ditutup pascaditemukan ada tenaga kesehatannya terkonfirmasi positif Covid-19, sehingga Puskesmas Dompu Timur yang juga dekat dengan RSU Dompu menjadi pusat layanan awal pasien.

“Laboratorium kita tetap buka bagi pasien keadaan darurat selama 24 jam. Karena untuk pencegahan penyebaran Covid-19, pihak rumah sakit mengharuskan pasien membawa hasil rapid test, termasuk bagi peserta tes CPNS,” katanya.

Tidak hanya rapid test di laboratorium yang dibuka pelayanan selama 24 jam, tapi juga persalinan dan kasus lainnya yang dibuka layanan melalui UGD dibukan selama 24 jam. Untuk mendukung layanan ini, Puskesmas Dompu Timur hanya dengan tenaga yang ada, yaitu 50 PNS dan 120 orang tenaga kontrak. “Dokternya ada dua orang, dokter Lila (dr .Laela Soraya) dan dokter Mandala,” kata bidan Putri.

Ia pun berharap, masyarakat dapat mendukung upaya Puskesmas mencegah penyebaran Covid-19 dengan mematuhi prosedur layanan kesehatan untuk keselamatan bersama. “Kita berharap virus corona ini cepat berlalu. Kerja sama semua pihak dengan mematuhi protokol kesehatan menjadi kuncinya,” harap bidan Putri. (ula/*)