Akibat Covid-19, Sebagian Besar Proyek di Lotim Batal

Pembangunan infrastruktur pada tahun ini banyak dibatalkan, termasuk di Lotim. Sebagian besar dana dialihkan untuk penanganan Covid-19. Tampak salah satu jalan di bagian selatan yang sudah selesai dikerjakan pada tahun 2019 lalu. (Suara NTB/dok)

Selong (Suara NTB) – Akibat Corona Virus Disease (Covid-19), tahun 2020 ini Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Lombok Timur (Lotim) terpaksa membatalkan pembangunan sejumlah proyek pembangunan infrastruktur. Dari proyek yang dibatalkan ini, sebanyak Rp64 miliar dari Dana Alokasi Khusus (DAK) dan dari Dana Alokasi Umum (DAU) senilai Rp 9,5 miliar.

Kepala Dinas PUPR Lotim, Lalu Mulyadi menjawab Suara NTB, Kamis, 4 Juni 2020 menjelaskan, dari sumber DAK untuk proyek pengaspalan jalan di Bidang Bina Marga yang batal senilai Rp 26 miliar, rehab irigasi di Bidang Pengairan batal senilai Rp 8,6 miliar. Lainnya yang juga terpaksa dibatalkan tahun anggaran 2020 adalah pembangunan sarana dan prasarana air minum senilai Rp 29 miliar. “Sesuai instruksi pemerintah pusat, 100 persen pekerjaan dari DAK ini kita tunda,” terangnya.

Iklan

Selain itu, ujarnya, dana pendamping DAK senilai Rp 704 juta ditarik pusat, sehingga daerah pun menarik anggaran pendampingan di APBD.
Sementara itu dari sumber DAU antara lain pembangunan Rumah Dinas Wakil Bupati senilai Rp 4,7 miliar. Pendopo dua ini terpaksa turut tertunda, karena terpangkas untuk penanganan Covid-19 oleh pusat. Lainnya yang turut batal dari sumber DAU adalah pengaspalan jalan menuju Makam TGH Sibawaih di Jerowaru senilai Rp 1,2 miliar.

Proyek penataan jalan lapangan Porda Rp 785 juta, pengadaan alat berat (stoom) Rp780 juta sebanyak satu unit. ‘’Terhitung pada Bidang Bina Marga saja dari sumber DAU ini Rp 2,8 miliar yang terpaksa batal,’’ ujarnya.

Pada Bidang Cipta Karya terpaksa batal proyek senilai Rp2 miliar. Antara lain terdiri dari pembangunan Kantor Koramil Sakra Timur, Wanasaba dan Jerowaru senilai Rp1,5 miliar. Pembangunan Provost Tahanan Polres Lotim senilai 500 juta.

Saat ini yang bisa dilaksanakan proyek pembangunan infrastruktur oleh Dinas PUPR Lotim adalah proyek multiyears. Proyek pembangunan jalan sepanjang 136 km jalan hotmik itu dikerjakan selama dua tahun, yakni 2019-2020. Kontrak proyek percepatan ini berakhir pada tanggal 18 Juli 2020 mendatang. Di mana, progres fisik pembangunan rata-rata 91 persen. “Alhamdulillah, mau rampung semua proyek percepatan jalan hotmic,” urainya. Sementara itu, untuk percepatan proyek pengairan berupa pembangunan bendung rata-rata 15-20 persen.

Untuk proyek dari pokok pikiran (pokir) dari para wakil rakyat Lotim belum tecatat dalam daftar yang batal. Apakah nanti akan ditarik atau tetap tergantung kesepakatan dengan wakil rakyat. “Kalau dari dana pokir ini kan harus ada kesepakatan dulu dengan para wakil rakyat,” terangnya. (rus)

AdvertisementJasa Pembuatan Website Profesional