Akibat Banjir, Produksi Padi Bakal Menurun di Sumbawa

Sumbawa Besar (Suara NTB) – Dari perhitungan tim, nilai perhitungan taksiran kerusakan lahan pertanian akibat banjir di Sumbawa mencapai Rp 13 miliar lebih. Ribuan hektar sawah gagal panen, sehingga produksi padi pun diprediksi menurun.

Kepala Bappeda Sumbawa, Ir. H. Iskandar, kepada Suara NTB, Senin, 20 Februari 2017 menyebutkan, nilai kerusakan dari padi yang dipastikan gagal panen mencapai Rp. 13.380.780.000 pada lahan seluas 2.230,13 hektar. Ditambah nilai kerusakan jagung Rp. 148 juta pada areal 29 hektar. Sehingga total nilai kerusakan Rp 13,5 miliar.

Iklan

“ini hasil dari assessment yang kita lakukan,” terangnya.

Menurut Iskandar, saat ini pihaknya tengah merancang rencana aksi pascabanjir. Mana yang harus didanai dari APBN, APBD Provinsi ataupun dana dari Kabupaten. Yang kerusakan lahan pertanian ini berdampak pada menurunnya tingkat produksi dan produktivitas lahan di Sumbawa. Artinya, secara umum jelas berdampak pada menurunnya jumlah produksi padi tahun ini.

Meski tidak harus Sumbawaa mendatangkan beras dari daerah lain, sebab selama ini kebutuhan beras dalam daerah sudah sangat tercukupi, bahkan cukup besar mengirim beras ke daerah lainnya.

“Meski produksi menurun, kita tidak akan sampai impor beras. Masih bisa ekspor beras, hanya jumlahnya akan turun,” jelasnya.

Di bidang peternakan, dari laporan yang masuk di OPD terkait, sementara ini jumlah kehilangan ternak sebanyak 3.578 ekor, namun kebanyakan ayam atau jenis unggas. Untuk ternak besar yang hilang sapi hanya 27 ekor, kerbau 4 ekor, kuda 3 ekor, kambing 29 ekor dan selebihnya ayam dan bebek.

Menurut Ande, panggilan akrab Kepala Bappeda, data data ini masih divalidasi dan diassessment untuk dilaporkan ke pusat setelah masa tanggap darurat berakhir 27 Februari mendatang. Sekarang ini apabila ada masyarakat yang masih butuh bantuan maka bisa menggunakan dana yang ada sampai berakhirnya masa tanggap darurat. (arn)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here