Akibat Bakar Sampah, Ruang Kelas SMPN 1 Labuapi Terbakar

Tim Dinas Damkar Lombok Barat saat memadamkan kebakaran di SMPN 1 Labuapi pada Selasa, 14 Juli 2020. (Suara NTB/ist)

Giri Menang (Suara NTB) – Satu lokal ruang kelas SMPN 1 Labuapi terbakar pada Selasa, 14 Juli 2020 siang. Kejadian kebakaran ini diduga karena dipicu sampah yang dibakar di dekat sekolah tersebut. Untungnya, kebakaran itu tidak sampai meludeskan seluruh isi kelas. Karena tim pemadam dari Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) cepat melakukan penanganan.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Lombok Barat, Sahlan menjelaskan, kejadian kebakaran di SMPN 1 Labuapi yang terletak di Dusun Jerneng, Desa Bagek Polak Barat dilaporkan oleh pihak sekolah melalui telepon sekitar pukul 13.30 siang ke kantor Damkar. Setelah menerima laporan itu, ia langsung menerjunkan satu regu tim pemadam ke lokasi. Sekitar lima menit setelah mendapatkan laporan itu, tim sudah berada di lokasi untuk melakukan pemadaman. Tidak butuh waktu lama bagi tim Damkar untuk menjinakkan si jago merah, karena kebakaran belum terlalu parah.

Iklan

Ketika api baru merembet ke plafon bangunan, tim dengan cepat menyiramkan air sehingga tidak sampai merembet ke bagian ruangan yang lain. Untungnya juga pihak sekolah cepat menginformasikan ke dinas Damkar. “Sehingga kami cepat memadamkan, sehingga kelas itu tidak terbakar semua,”jelas mantan Sekretaris Dinas Pertanian ini.

Penyebab kebakaran ini, jelas dia, dari pembakaran sampah di sekitar sekolah itu, lalu merembet ke bangunan plafon atap. “Asal muasalnya dari bakar sampah lalu api membesar dan tak terkendali sehingga sampai ke plafon bangunan sekolah (kelas) itu,” terang Sahlan.

Ia mengimbau, jelang musim kemarau ini agar masyarakat bisa menganitisipasi terjadi kebakaran. Sebab saat ini sering terjadi kondisi angin kencang, sehingga rawan memicu kebakaran. Masyarakat juga harus waspada, jangan sampai melakukan hal sepele seperti membakar sampah dan membuang puntung rokok. “Ini memicu terjadi kebakaran,” imbuhnya.

Sahlan menambahkan, dari bulan Januari sampai saat ini ada 18 kasus kebakaran. Tahun lalu ada 85 kasus kebakaran. Berdasarkan analisis data, tren kejadian kebakaran biasanya mulai bulan Juni dan pucaknya bulan Oktober dan November. “Mudah-mudahan tidak terjadi kebakaran, itu yang harapan kita,” ujarnya. (her)

Advertisementfiling laporan pajak Jasa Pembuatan Website Profesional