Akhir Pekan Jelang Puasa, Pantai Gili Lampu Dipadati Pengunjung

Warga Lotim yang memanfaatkan akhir pekan untuk berlibur ke Gili Lampu, Minggu, 11 April 2021. (Suara NTB/rus)

Selong (Suara NTB) – Objek wisata Pantai Gili Lampu Kecamatan Sambelia dipadati para pengunjung

Minggu, 11 April 2021. Libur pekan terakhir menjelang masuknya bulan Ramadhan dimanfaatkan oleh warga untuk berlibur.

Iklan

Seperti terlihat di Gili Lampu, ribuan pengunjung dari berbagai tempat di Lotim ini berdesakan tanpa protokol kesehatan. Inaq Jun, salah satu pengunjung dari Pringgabaya mengatakan akhir pekan ini menjadi momentum yang tepat untuk berkumpul bersama keluarga di objek-objek wisata.

Hari Minggu kemarin katanya bukanlah hari spesial. Akan tetapi, sehari menjelang puasa Ramadhan ini coba dimanfaatkan untuk bersenang-senang bersama keluarga. Mandi air laut dan main-main pasir dirasa cukup menghibur.

Sementara Ibu Suyanto, pengelola objek wisata Gili Lampu, kunjungan warga kemarin sangat ramai. Dibandingkan dengan hari-hari sebelumnya selama masa pandemi corona virus disease (Covid-19), kunjungan ke objek wisata sepi.

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Lotim, H. Mugni sebelumnya selama pandemi Covid, warga masih diizinkan mengunjungi objek-objek wisata. Hanya saja harus tetap dengan mengedepankan penggunaan masker, mencuci tangan pakai sabun dengan air mengalir dan sebagainya. Seluruh pengelola wisata sudah diingatkan untuk menerapkan prokes.

“Kita hidupkan destinasi dan kita berharap kesadaran masyarakat untuk taati protokol kesehatan itu, setidaknya tetap menggunakan masker,” pinta Kadispar. Jangan sampai melanggar prokes. “Kalau viral tidak pakai prokes maka bisa kita tutup objek wisata itu,” tegasnya.

Menurutnya, objek wisata ini perlu dikelola dengan baik. Tidak diinginkan juga objek wisata itu benar-benar ditutup, karena persoalan melanggar prokes melawan Covid. Tidak saja di Gili Lampu, tempat-tempat objek wisata pantai lainnya juga banyak dikunjungi warga. Termasuk kemungkinan nantinya dikunjungi warga sesaat sebelum datangnya waktu berbuka puasa. “Seperti Pantai Suryawangi yang selalu ramai setiap sore hari, kita minta kesiapan dari pengelola di sana memantau dan mengawal prokes karena pasti ramai saat ngabuburit nanti,” demikian ucapnya. (rus)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional