Akhir Oktober SKB Diumumkan, November, Pemberkasan CPNS Dimulai

H.Moh. Nazili, S.IP. (Suara NTB/dok)

Praya (Suara NTB) – Pengumuman hasil Seleksi Kompetensi Bidang (SKB) pada seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) dijadwalkan pada tanggal 30 Oktober mendatang. Pengumuman ini dilakukan secara serentak di seluruh Indonesia.

Demikian diungkapkan Kepala Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Loteng, H.Moh. Nazili, S.I.P., kepada Suara NTB, Senin, 28 September 2020.

Iklan

Ia menjelaskan, seluruh tahapan seleksi CPNS sudah tuntas dengan dilaksanakannya SKB beberapa waktu lalu. Sekarang ini, pihaknya tinggal menunggu pengumuman kelulusan saja dari pemerintah pusat. “Siapa yang dinyatakan lolos pada SKB kemarin, itulah yang akan diangkat sebagai CPNS,” terangnya.

Pemerintah pusat tampaknya ingin mempercepat proses seleksi CPNS yang merupakan formasi tahun 2019 tersebut. Di mana ditargetkan per tanggal 1 Januari 2021 mendatang, CPNS yang baru hasil seleksi tahun ini sudah bisa diangkat. “Jadi akhir Oktober pengumuman SKB, November pemberkasan. Bulan Januari CPNS baru sudah diangkat,” terangnya.

Pihaknya mengaku optimis, untuk proses pemberkasan bisa tuntas selama sebulan, karena formasi CPNS kali ini seluruhnya dari formasi umum. Bukan dari formasi honorer. Jadi proses pemberkasannya bisa lebih cepat, karena hanya memeriksa keabsahan berkas-berkas CPNS saja. Tidak ada pengumpulan surat keputusan (SK) pengangkatan honorer dan persyaratan administrasi lainnya.

Dalam proses pemberkasanna nantinya, mana berkas yang sudah lengkap akan langsung dikirim secara online tidak harus menunggu semua berkas CPNS terkumpul, karena untuk pemberkasan sekarang boleh dilakukan secara online. Sementara untuk dokumen fisiknya bisa dikirim kemudian, sehingga tidak harus bersamaan.

“Pemberkasan secara online dimaksudkan untuk lebih mempercepat penyelesaian pemberkasan. Jadi dokumen yang sudah lengkap dikirim secara online terlebih dahulu. Fisiknya menyusul kemudian,” tandas Nazili.

Pada seleksi CPNS tahun 2019 lalu, Loteng memperoleh kuota sebanyak 479 formasi. Paling banyak formasi tenaga pendidik atau guru. Sisanya tenaga kesehatan dan tenaga teknis lainnya. Namun tidak semua formasi bakal terisi. Mengingat ada enam formasi untuk dokter gigi yang tidak terisi, lantaran tidak ada yang melamar di formasi tersebut.

“Hanya 473 formasi yang terisi dari 479 total formasi yang diberiken pemerintah pusat bagi Loteng. sisanya, 6 formasi dokter gigi dipastikan kosong. Karena tidak pelamar di formasi tersebut,” imbuh mantan Kepala Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disostektrans) Loteng ini.

Dengan penambahan CPNS baru tersebut, diharapkan bisa mengurangi kekurangan ASN Loteng, terutama untuk tenaga pendidik yang saat ini masih banyak kekurangan. (kir)