Ajukan Pledoi, Terdakwa Kasus Cekdam Sumbawa Minta Dihukum Ringan

Mataram (suarantb.com) – Dua terdakwa kasus proyek pembangunan Cekdam Selang Desa Kerekeh Kecamatan Unter Iwes Sumbawa mengajukan nota pembelaan (pledoi) di Pengadilan Tipikor Mataram, Rabu 20 Juli 2016. Kedua terdakwa yang berkasnya terpisah tersebut yakni Ida Nurul Wahidah, SE selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dan Dua Hendrikus selaku pengawas lapangan dalam kasus  pembanguan Cekdam 2014 lalu.

Ida Nurul Wahidah dalam nota pembelaan yang dibacakan Penasehat Hukum memohonkan agar Majelis Hakim memberikan hukuman ringan terhadap terdakwa karena menilai terdakwa kooperatif dan mengakui salahnya. Selain itu Penasehat Hukum terdakwa juga menilai terdakwa telah mengembalikan kerugian negara, menyesali perbuatannya, dan memiliki anak sebagai tanggungannya.

Sementara terdakwa Hendrikus yang hari ini tidak didampingi kuasa hukum, melalui nota pembelaan secara tertulis, memohonkan empat poin pembelaan pada hakim, yakni merasa tidak bersalah, memohon dilepas dari segala tuntutan hukum, mengembalikan nama baik terdakwa, dan membebankan biaya perkara pada terdakwa.

Menanggapi pembelaan terdakwa Ida, Jaksa Penuntut Umum (JPU), M. Isa Ansyori, SH mengatakan tetap pada tuntutan. Hal yang sama juga terhadap terdakwa Hendrikus, JPU minilai tidak ada hal baru dalam nota pembelaan yang diserahkan.

Minggu sebelumnya JPU menuntut kedua terdakwa selama 1,6 tahun penjara dan denda sebesar Rp 50.000.000, dan uang pengganti karena dinilai telah terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana korupsi sebagaimana diatur dalam pasal 3 undang-undang nomor 31 tahun 1999 jo undang-undang nomor 20 tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi jo pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. (szr)