AisLah: Memantik Kewirausahaan Sekolah

Asisten III Setda NTB H Lalu Syafi'i didampingi Kepala Dinas Dikbud NTB, H Aidy Furqan beserta jajarannya saat meninjau stan AisLah pada pembukaan Gelar Budaya NTB Gemilang, Senin, 23 November 2020. (Suara NTB/ron)

Mataram (Suara NTB) – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTB terus mendorong sekolah mengembangkan pembelajaran kewirausahaan sebagai bekal life skill peserta didik. Salah satu wujud dari upaya tersebut adalah dengan memberi pembekalan dalam membuat minuman kopi siap saji kepada para siswa dalam kelas khusus. Juga dengan membuka gerai AisLah (Aktivitas Istimewa Sekolah) sebagai wadah memasarkan produk wirausaha sekolah.

Mulai tahun ini, AisLah memasarkan produk minuman kopi kekinian dengan berbagai varian rasa dan telah diluncurkan bertepatan dengan peringatan Hari Pahlawan Nasional di SMKN 1 Sakra Lombok Timur. Stan AisLah hadir di Gelar Budaya NTB Gemilang mulai Senin, 23 September 2020 sampai dengan Sabtu, 28 November 2020 di Halaman Kantor Dinas Dikbud NTB.

Siswa SMKN 1 Sakra, Hairul Anwar (kiri) saat meracik kopi di stand AisLah didampingi oleh tutor profesional, Hajrul Azmi. (Suara NTB/ron)

Kepala Dinas Dikbud NTB, Dr. H. Aidy Furqan, M.Pd., menjelaskan, AisLah merupakan pemodelan dari aktivitas kewirausahaan. Sekolah diminta untuk bisa bersinergi dengan masyarakat, tidak hanya dalam bentuk-bentuk ideal, tapi pada teknis pemodelan usaha. Pihaknya menekankan strategi pembelajaran berbasis proyek dan berbasis produk. “Minim teori dan langsung praktik, jiwa wirausaha siswa SMK muncul. Mereka sudah memiliki bayangan ketika lulus akan bekerja seperti apa,” katanya.

Saat ini produk kopi AisLah berupa kopi original dan kopi mix dengan label Sugul Ngopi atau kepanjangan dari susu, gula, dan kopi. Kopi yang digunakan berasal dari kopi Lombok dengan standar yang sudah ditentukan. Manajemen dan kualitas dalam meracik kopi juga memiliki standar yang baik.

Nantinya, AisLah tidak sekadar mengembangan kopi, tapi juga mengembangkan berbagai produk di masing-masing sekolah. Aidy menyampaikan, dengan adanya mata pelajaran kewirausahaan, siswa bisa mengembangkan keahliannya dalam wadah AisLah.

Inovasi yang dilakukan Dikbud NTB melalui AisLah ini sebagai salah satu cara menepis pernyataan bahwa SMK sebagai salah satu penyumbang pengangguran. Di tahun 2020 ini, gerai AisLah yang fokus mengenai produk kopi akan dikembangkan di lima SMK negeri di NTB. Di tahun 2021 ditargetkan akan menyebar di SMK lainnya, setidaknya di SMK yang memiliki kompetensi keahlian tata boga dan pengolahan hasil pertanian. “Di tahun kedua dan ketiga kami sisipkan AisLah di SMK-SMK lainnya,” jelasnya.

Gerai AisLah menjadi pemantik ke depan agar SMK bisa menjadi Badan Layanan Umum Daerah (BLUD). Cara itu, menurut Aidy sebagai upaya memberi kesempatan kepada SMK untuk mengeksplorasi diri dan menghasilkan uang, sehingga tidak hanya bergantung dari Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dan Bantuan Penyelenggaraan Pendidikan (BPP).

“Untuk saat ini adanya gerai di sekolah. Kalau nanti kami bisa kembangkan kerja sama dengan UMKM akan menjadi kedai.  Di tahun 2021 kami akan upayakan maksimal,” katanya.

Kepala Bidang Pembinaan SMK Dinas Dikbud NTB, Drs. H. Muh. Yahya, M.Pd., menambahkan, AisLah menjadi model dalam pengembangan kewirausahaan, yang saat ini baru fokus pada kopi. Namun tidak menutup kemungkinan akan dikembangkan segmen lainnya.

“Tujuannya untuk memantik jiwa kewirausahaan di kalangan siswa, di sekolah. Ini menjadi bagian dari cara kita memberi kesempatan kepada anak-anak untuk mengetahui ruang dan peluang mengembangkan dirinya, salah satunya dengan pengembangan usaha kopi ini. Untuk potensi lainnya akan dikembangkan juga,” katanya.

Kehadiran AisLah disambut dengan baik oleh pihak sekolah. Kepala SMKN 1 Sakra, Ahmad Suhamka mengakui, dengan adanya peluncuran AisLah yang dilakukan Wakil Gubernur  NTB, Dr. Ir. Hj. Sitti Rohmi Djalilah, M.Pd., pada Selasa, 10 November 2020 membuat banyak masyarakat yang datang berkunjung ke gerai AisLah. Menurutnya kehadiran AisLah memberikan pengetahuan ke sekolah mengenai pengelolaan usaha yang profesional.

Gerai AisLah di SMKN 1 Sakra dikelola oleh siswa kompetensi keahlian Agribisnis Pengolahan Hasil Pertanian (APHP). “AisLah ini tidak hanya ngopi-nya yang diutamakan, tapi juga pendidikan mengenai kopi. Siswa diberikan pelatihan terlebih dahulu mengenai kopi dan mengajarkan manajemen usaha kopi ke siswa,” katanya.

Salah seorang siswa SMKN 1 Sakra, Hairul Anwar yang dilibatkan mengelola AisLah juga merasa mendapatkan banyak ilmu tentang kopi dan kewirausahaan. Ia mendapatkan pelajaran dan pengalaman dalam meracik kopi, serta mendapatkan pemahaman mengenai manajemen dalam usaha kopi.

Dengan pengalamannya di AisLah, siswa kelas XI APHP SMKN 1 Sakra ini merasa memiliki bekal untuk dirinya berwirausaha setelah lulus sekolah. “Kalau sudah lulus sekolah bisa membuat usaha kecil-kecilan dengan memiliki pengalaman di AisLah,” katanya.

Salah seorang konsumen yang mendatangi stan AisLah di Gelar Budaya NTB Gemilang, Sri Susanty pada Selasa, 24 November 2020 mengapresiasi kehadiran AisLah. Menurutnya, dengan rasa kopi yang ringan dan tampilan kemasan yang menjadikan kopi AisLah sebagai ikon anak-anak muda. “Kemampuan menangkap pasar dan peluang usaha ini menjadikan anak SMK bisa membuka usaha sendiri,” katanya. (ron)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here