Air Pandanduri akan Diolah Jadi Air Minum

Selong (Suara NTB) – Keberadaan Bendungan Pandanduri tidak hanya untuk irigasi pertanian. Tapi akan dijadikan sebagai salah satu sumber untuk air minum. PDAM Lombok Timur (Lotim) berencana menjadikan air di bendungan terbesar di Lotim ini sebagai salah satu sumber air minum bagi masyarakat.

Menurut Direktur PDAM Lotim, Pemkab Lotim sudah menyediakan anggaran sebesar Rp 27 miliar. Dana ini selanjutnya akan dikelola oleh Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM).  Desain detail pemanfaatan air bendungan, ujarnya, sudah lama disiapkan, yakni sejak tahun 2015 lalu.

Iklan

‘’Permintaan Pemkab Lotim kepada pihak Balai Wilayah Sungai 9BWS) sebenarnya 150 liter per detik agar bisa sebagai pengganti gagalnya dialirkan mata air Trengwilis. Namun, BWS hanya memberikan 50 liter per detik,’’ terangnya, Sabtu, 17 September 2016.

Rencana pengambilan air 50 liter per detik itu, katanya, sudah melalui proses perhitungan BWS. Bagaimana kondisi air dan volume air yang akan diambil.  Melihat kondisi sekarang, air diakui belum layak konsumsi, sehingga harus diolah dulu. Adapun lokasi pengambilan air ini tidak dilakukan di dalam dam bendungan langsung, melainkan yang sudah keluar dari trowongan.

Kapasitas air bendungan 50 liter per detik itu, katanya, akan bisa memenuhi kebutuhan sekitar 4.000 pelanggan. Dialirkan untuk masyarakat wilayah Keruak dan Jerowaru. Jumlah itu katanya jelas tidak bisa memenuhi keseluruhan warga. Karena itulah masih sangat diperlukan penambahan dari sumber lain.

Saat ini, pelanggan PDAM yang berada di wilayah Keruak dan Jerowaru ini hanya berkisar 2.000 orang. Selama ini diambilkan dari sumber air Tibu Bunter dengan kapasitas maksimal 15 liter per detik. Tambahan dari Tetebatu dan Kokok Tojang pun hanya 15 liter per detik juga.

Bupati Lotim, H. Moch Ali Bin Dachlan menegaskan sebelumnya, melakukan beragam cara memanfaatkan potensi-potensi sumber air di Lotim untuk masyarakat yang belum mendapatkan akses air bersih. Salah satunya adalah membendung sungai di Korleko. Rencana ini akan diwujudkan para tahun 2018 mendatang. Air korleko itu disebut saat ini banyak terbuang sia-sia. (rus)