Air Panas Maronge untuk Terapi Pengobatan Penyakit

Sumbawa Besar (Suara NTB) – Sumber air panas di desa Maronge Kecamatan Maronge Kabupaten Sumbawa mendadak terkenal. Setiap harinya dipadati masyarakat yang hendak melakukan terapi pengobatan. Lokasinya yang mudah dijangkau, membuat orang bahkan dari luar daerah berbondong – bondong merasakan sentuhan air panas yang katanya bisa menyembuhkan beragam penyakit.

Akses menuju sumber air panas tersebut cukup mudah. Kurang dari satu kilometer dari jalan besar lintas Sumbawa – Bima. Semua jenis kendaraan bisa langsung masuk ke lokasi, meski jalan yang dilalui sedikit berbatu. Musim hujan seperti saat ini kadang sedikit licin karena lumpur. Setiap harinya, lokasi ini tak pernah sepi pengunjung. Tak hanya dari lokal Sumbawa, namun juga dari berbagai daerah lain, seperti Dompu, Bima bahkan dari Pulau Lombok.

Pada hari tertentu, jumlah masyarakat yang datang bisa mencapai ribuan orang, seperti malam Jumat dan malam Minggu. Mereka percaya terapi air panas dapat menyembuhkan berbagai penyakit. Sambil berserah diri kepada Allah SWT. Seperti cerita yang berkembang di masyarakat setempat, konon mata air panas Maronge ini sudah ada sejak zaman nenek moyang mereka. Namun baru ramai dikunjungi warga sekitar tahun 2009 lalu. Namun setelah itu meredup. Tetapi entah bagaimana ceritanya, sumber air panas ini tiba tiba kembali “booming” dalam beberapa bulan terakhir.

Salah satu warga Maronge, Muhammad Yusuf Abbas, menyebutkan begitu banyaknya warga yang datang untuk terapi pengobatan. Yakin dengan air panas Maronge yang katanya bisa menyembuhkan. Apalagi sekarang mata airnya ada dua. Hal ini juga diakui oleh salah satu pengunjung,  Sri Suhartiningsih dari Desa Teke Kecamatan Palibelo Kabupaten Bima yang datang membawa adiknya, Burhanuddin (23) untuk terapi. Saking percaya melalui terapi air panas tersebut, mereka sudah berada di lokasi selama 17 hari terakhir. Adiknya yang didiagnoasa dokter mengalami radang ginjal dengan kondisi perut buncit. Empat tahun menjalani rawat medis, dan mengkonsumsi obat dokter, penyakit adiknya tidak kunjung sembuh.

Bahkan Burhanuddin sendiri sempat putus asa dan memutuskan untuk berhenti mengkonsumsi obat dokter sejak 10 bulan terakhir. Hingga akhirnya mencoba terapi berendam di air panas Maronge ini. Setelah sebelumnya bermimpi kalau didatangi oleh sesosok makhluk mirip Malaikat. Lalu digendong menuju ke barat, dan disuruh untuk datang ke air panas. Para keluarganya pun mencari informasi terkait keberadaan air dimaksud, dan diberitahu kalau ada lokasi air panas di Maronge. Sehingga Ia bersama keluarganya datang ke lokasi, dan menjalani terapi berendam air panas. Entah kebetulan atau memang terapinya berhasil, sejak berendam di air panas, Burhanuddin kini mulai bisa berjalan. Perutnya juga mulai kempis. “Kondisinya sudah mulai membaik,” tutur Sri.

Beberapa pengunjung lainnya, juga mengaku terapi air panas ini bisa menyembuhkan penyakit rematik. Uniknya lagi, ada yang melakukan terapi agar cepat mendapatkan momongan. Seperti pengakuan Nurhayati (37), yang berniat dan memohon kepada Allah melakukan terapi berendam air panas ini agar cepat diberikan momongan.

Tentu saja berkah air panas Maronge juga dirasakan masyarakat setempat. Dengan banyaknya pengunjung yang datang, masyarakat bisa menjual aneka makanan dan minuman. Begitu pula dari uang parkir kendaraan setiap pengunjung. Warga desa Simu, Hj. Enun, ketiban rezeki, dari usaha jualan gorengan dan buah. Dalam sehari tak kurang dari Rp 300 ribu dikantongi untung dari berjualan. Warga lainnya dari desa Maronge, Juhana dalam sehari bisa meraup Rp 400 ribu dari hasil menjual makanan dan air minum.

Artinya, ada dampak ekonomi yang besar bagi masyarakt setempat. Tak hanya pedagang, petugas parkir hingga tukang ojek mendapat limpahan rezeki. Kades Maronge, Hidayat,  mengaku belum memberlakukan pungutan rertibusi secara resmi kepada pengunjung. Sebab pemilik lahan masih membutuhkan dana untuk membangun fasilitas dengan swadaya sendiri. “Kami bersyukur, karena masyarakat bisa mendapatkan dampak ekonomi dari air panas ini,”terangnya

Dengan kondisi ini, sudah semestinya lokasi ini mendapat perhatian dari pemerintah setempat agar lebih tertata. Membenahi akses jalan dan membangun sarana di lokasi yang representatif. Seperti disampaikan Camat Maronge, Lukmanuddin S.Sos, dalam rangka menyiapkan lokasi yang memadai dan layak, baik tempat parkir, maupun tempat permandian yang lebih tertata dan luas. Mengingat jumlah pengunjung yang tetap ramai. “Harus ditata, agar lebih teratur dari parkir, pemondokan sementara, ini juga mendatangkan hasil bagi pedagang lokal yang ada disini, ekonomi rakyat juga bergerak naik. Yang jelas sudah kita laporkan ke Bupati,”jelasnya.

Wakil Ketua DPRD Kabupaten Sumbawa – H Ilham Mustami yang juga asli Maronge, menyebut air panas Maronge ini merupakan destinasi wisata yang potensial. Makanya, Pemkab mesti merespons dengan cepat. Mengingat lokasi air panas ini ada di lahan masyarakat, perlu dicari solusi bagaimana lokasi ini bisa lebih tertata. “Mungkin dengan hibah, dan harus segera. tidak seperti sekarang ini terkesan dibiarkan berjalan begitu saja. Kami mendesak Pemkab mengambil langkah cepat membangun toilet umum, tempat ibadah, memperlebar kolam, mengamankan sumber airnya, yang paling penting akses jalan masuk,”desaknya.

Pihaknya berharap, lokasi ini dijadikan tempat terapi pengobatan yang representatif. Sebab pada 2010 lalu, pernah dilakukan pengujian sampel air oleh laboratorium Dikes Provinsi, dan hasilnya air panas Maronge ini layak untuk diminum. Sehingga banyak masyarakat disamping berendam, juga membawa pulang airnya untuk diminum. Yang dipercaya berkhasiat untuk pengobatan. “Kalau terapi berendam air panas ini bukan syirik. Karena rata-rata yang berkunjung berniat dan memohon kepada Allah agar dengan melakukan terapi di air panas Maronge ini dapat mendatangkan kesembuhan, sesuai dengan penyakit yang diderita. Karena terapi perendaman air panas ini tidak ada bedanya dengan minum obat, dan melakukan terapi secara medis, baik tetapi listrik, terapi sinar dan lainnya,”pungkas Politisi Hanura ini.

Menanggapi hal tersebut, Bupati Sumbawa, H. M. Husni Djibril B.Sc, mengaku baru mengetahui hal tersebut. Pemkab pun bersedia melakukan penataan terhadap destinasi tersebut. Sebab tidak mungkin diserahkan ke swasta apalagi ke masyarakat. Pemilik lahan lokasi air panas, Herman akan membicarakan hal itu dengan seluruh keluarganya. Untuk mengetahui langkah apa selanjutnya yang harus dilakukan kedepan terkait keberadaan sumber air panas di lahan mereka. (arn)