Air di Kawasan Tambang Prabu Tercemar Bahan Kimia Berbahaya

Ilustrasi

Praya (Suara NTB) – Penelitian yang dilakukan Dinas Lingkungan Hidup (LH) Kabupaten Lombok Tengah (Loteng) menunjukkan kondisi air bersih di sekitar area tambang emas ilegal di Desa Prabu Kecamatan Pujut sudah tercemar bahan kimia berbahaya, seperti mercuri, sianida serta tembaga cair. Namun, kandungan zat kimia berbahaya yang ditemukan ini dalam ambang batas normal.

 

Iklan

Demikian diungkapkan Kepala Dinas Lingkungan Hidup Loteng, L. Rahadian, kepada Suara NTB, Selasa, 11 Desember 2018.

 

 Artinya, kata dia, air bersih di sekitar area tambang emas ilegal Gunung Prabu maupun Desa Prabu secara lebih luas, masih taraf aman untuk dikonsumsi. Namun jika terus dikonsumsi untuk jangka waktu panjang, itu bisa berbahaya. Karena yang namanya bahan kimia berbahaya, jika dikonsumsi itu tidak bisa terurai oleh tubuh maupun keluar lagi melalui keringat maupun saat buang air. Tetapi mengendap dan menumpuk di dalam tubuh, karena bahan kimia berbahaya ini langsung menempel dan ikut di peredaran darah tubuh manusia.

 

Hal yang perlu diingat, ujarnya, dampak bahaya dari zat berbahaya ini bukan hanya bagi orang itu saja, tapi bisa berdampak kepada keturunanya di masa-masa yang akan datang. Karena dampak paparan bahan kimia berbahaya tersebut tidak instan, tapi jangka panjang. Bahkan bisa berpengaruh pada dua atau tidak generasi mendatang. “Paparan bahan kimia berbahaya di dalam tubuh manusia itu bisa merusak gen. Yang artinya bisa mengganggu generasi mendatang,”  terangnya.

 

 Ia  menjelaskan, penelitian kualitas air baku di kawasan sekitar tambang emas Prabu tersebut dilakukan Dinas Lingkungan Hidup Loteng sekitar setahun yang lalu atau tepatnya pada bulan Desember 2017 dengan mengambil tiga sampel air di tiga lokasi berbeda.

 

 Satu sampel diambil di salah satu sumur milik warga. Kemudian di sungai yang ada di sekitar area tambang emas serta di salah satu mata air yang berada di bawah lokasi tambang emas dengan menggunakan parameter indikator mercuri, sianida serta tembaga cair. ‘’Hasilnya, di semua sampel air yang diteliti, bahan kimia berbahaya ada ditemukan,’’ ujarnya. (kir)