Ainun Azizah, Peraih Gelar Petinju Terbaik Wanita

Ainun Azizah. (Suara NTB/ist)

Awal mulanya, ia menggemari olahraga taekwondo. Namun, karena sulit menunjukkan prestasi maksimal di cabor asal Korea itu, Ainun Azizah pindah ke tinju.

Tak disangka, di cabor tinju, buah hati pasangan Cita Naya (Almarhum) dan Rosdiana ini berhasil menorehkan  prestasi terbaik di event nasional. Bahkan gadis kelahiran 9 September tahun 1999 ini pernah  terpilih sebagai petinju terbaik di Kejurnas Sarung Tinju Emas (STE) di Jawa Barat (Jabar) tahun 2016 dan STE tahun 2017.

Iklan

Atlet unggulan NTB ink juga berhasil meraih tiket PON 2021 setelah meraih medali emas di Pra-PON tinju tahun 2019. Sukses menorehkan prestasi di event nasional, Ainun juga pernah mewakili tim tinju  Indonesia di beberapa event internasional. Dan saat ini Ainun tengah dipersiapkan NTB mengikuti PON XX di  Papua tahun  2021.

Kepada Suara NTB di Mataram belum lama ini Ainun menuturkan bahwa PON Papua akan menjadi ajang multi event pertama yang akan diikutinya. Namun demikian  dia siap memasang target medali emas di multi event tersebut. Bagi Ainun  target medali emas  di PON Papua tahun 2021 Sangat realistis setelah melihat beberapa prestasi yang sudah diraihnya di event nasional. “Target saya pasti medali emas,” ucapnya.

Prestasi pertama Ainun di cabor tinju pada mulievent olahraga tingkat remaja nasional. Ia satu-satunya atlet yang berhasil mendulang medali emas NTB di Pekan Olahraga Pelajar Nasional (Popnas) Remaja tahun 2015 dari lima wakil NTB yang turun di event tersebut. Pada multi event tingkat pelajar nasional itu Ainun berhasil meraih medali emas di kelas 48 Kg putri.

Sukses di  event nasional tingkat remaja Ainun  pun  dikirim oleh Pertina NTB mengikuti Kejuaraan STE di Cibinong tahun 2015. Meski saat itu ia masih pelajar namun Ainun berhasil meraih medali emas di kelas yang sama.

Sukses di berbagai event nasional, Ainun kerap tampil mewakili NTB di level nasional. Dan selalu sukses meraih medali emas. Terakhir ia berhasil meraih medali emas di Pra-PON  tahun 2019 dan akan mewakili NTB di PON/2021.

Kiprah Ainun sebagai atlet tinju dimulai sejak kelas 6 Sekolah Dasar (SD). Awalnya ia mempelajari olahraga taekwondo lewat Indah Dugi Cahyono yang  pada saat itu merupakan pelatih taekwondo di KSB dan saat ini Dugi membina atlet tinju lewat Sasana Tinju Notorius KSB.

Sejak kecil Ainun Azizah  diasuh oleh Dugi Cahyono. Pasalnya orang tua Ainun saat itu berada di Luar KSB. Ibunya yang bernama Rosdiana tinggal di Dompu sementara Ayahnya Cita Naya (Almarhum)  berdomisili di Jakarta. Karena jauh dari orang tua Ainun dibesarkan oleh Dugi Cahyono yang pernah menjadi pelatih taekwondo di era tahun 90-an hingga tahun 2013.

Namun di tahun 2014 Dugi beralih menjadi pelatih tinju lantaran saat itu taekwondo mengalami  dualisme kepengurusan. Karena Dugi beralih ke taekwondo Ainun pun memilih berlatih tinju.

Ainun berlatih tinju awalnya coba-coba, namun tak disangka olahraga tersebut membawa keberuntungan baginya. Pasalnya dari olahraga itulah Ainun kerap mengharumkan nama NTB di kancah nasional.

Pilihan Ainun pindah ke tinju ternyata tidak salah. Pasalnya, lewat olahraga tinju Ainun berhasil menorehkan prestasi di level nasional dan ia pernah mewakili tim tinju Indonesia di beberapa event internasional. Di level nasional Ainun pernah dilabeli petinju terbaik wanita  di Kejurnas STE tahun 2016 dan  di Kejurnas STE  tahun 2017. Itu karena Ainun selalu tampil terbaik di event nasional. (fan/*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here