Ahyar Masih Berharap Nakhodai Partai Golkar NTB

H. Ahyar Abduh. (Suara NTB/cem)

Mataram (Suara NTB) – Langkah Walikota Mataram, H. Ahyar Abduh menduduki posisi Ketua DPD I Partai Golkar NTB dinilai cukup berat. Pasalnya, pengurus DPD II maupun organisasi sayap partai berlambang beringin ini, belum memberikan lampu hijau, kendati Ahyar masih berharap menakhodai partai beringin itu.

Justru peluang besar diperoleh oleh Wakil Walikota Mataram, H. Mohan Roliskana. Mohan digadang – gadang akan menggantikan posisi H. Suhaili FT sebagai Ketua DPD I Golkar NTB. Selain telah mengantongi tiket dari pengurus DPD II Golkar, kabarnya Mohan juga telah mendapat restu dari Ketua Umum Partai Golkar, Airlangga Hartarto.

Iklan

Menanggapi beratnya persaingan pada Musda Golkar, Ahyar menegaskan sebagai kader masih menaruh harapan jika diberikan amanah atau kepercayaan menakhodai Partai Golkar NTB. Persoalannya adalah sampai saat ini, belum menerima informasi jadwal digelarnya musyawarah daerah (Musda) Partai Golkar NTB. “Prinsipnya sebagai kader saya siap diberikan amanah atau kepercayaan,” kata dia ditemui Senin, 25 Januari 2021.

Ahyar tidak mempermasalahkan dinamika politik yang berkembang di masyarakat yang menyebutkan bahwa peluangnya menjadi orang nomor satu di DPD Partai Golkar NTB tersebut melemah. Hal ini dinilai biasa dalam dinamika politik. Sikap tidak loyal terhadap partai disebut jadi pemicu pada Pilkada 2018 lalu.

Ditegaskan, jika DPP Partai Golkar menilai tidak loyal semestinya sanksi lisan maupun tulis telah diterima sejak lama. Faktanya sampai saat ini kata dia, pengurus DPP Partai Golkar tidak mempersoalkan. Jika itu dijadikan patokan tidak fair mengukur loyalitas kader. Karena beberapa kader Golkar di daerah lainnya maju tanpa dukungan dari partainya sendiri. “Kalau saya dikatakan tidak loyal. Buktinya sampai sekarang tidak ada sanksi lisan atau tulis saya terima,” tegasnya.

Menurutnya, dukungan politik diperoleh pada Pilgub lalu tidak terlepas dari komunikasi politik yang dibangun. Figur yang didukung oleh parpol akan melihat peluang serta potensi. Jika dikaitkan dengan dukungan Partai Gerindra cukup mudah diperoleh. Apakah ada kemungkinan akan loncat partai jika tidak terpilih sebagai Ketua DPD Golkar NTB? Walikota dua periode menegaskan, belum berpikir mau loncat partai. Dirinya tetap sebagai kader Golkar dan akan terus berikhtiar serta berkontribusi memberikan yang terbaik kepada partai. “Kalau soal ganjal mengganjal itu sudah biasa. Yang penting komunikasi tetap saya bangun dengan pengurus DPP,” kata dia.

Di satu sisi Ahyar tidak ingin berpikir atau melangkah sangat jauh pasca Musda. Meskipun, ia menyadari menduduki jabatan sebagai ketua partai merupakan tiket untuk maju pada Pilkada NTB 2023 mendatang. (cem)

Advertisementfiling laporan pajak Jasa Pembuatan Website Profesional