Ahyar Maju Pilgub 2018, Muzihir Incar Kursi Wakil Walikota Mataram

Mataram (suarantb.com) – Sekretaris Fraksi PPP DPRD NTB H. Muzihir menyatakan siap maju untuk merebut kursi Wakil Walikota Mataram jika Ahyar Abduh maju pada Pemilihan Gubernur (Pilgub) 2018 mendatang.

Ahyar Abduh yang saat ini menjabat sebagai Walikota Mataram harus mengundurkan diri dari kursi Walikota Mataram jika nantinya ditetapkan menjadi calon Gubernur pada Pilgub 2018. Hal tersebut sesuai dengan Undang-Undang Pilkada yang menyatakan Pejabat harus mengundurkan diri terlebih dahulu ketika ditetapkan untuk maju sebagai pasangan calon pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada).

Iklan

Ketika hal tersebut terjadi, maka kursi Walikota yang lowong akan dijabat oleh Wakilnya. Sementara kursi Wakil Walikota akan diserahkan kepada keputusan DPRD Kota Mataram untuk memilih beberapa calon yang ditentukan oleh partai pengusung pasangan Walikota dan Wakil Walikota pada Pilkada lalu.
Seperti diketahui PPP menjadi salah satu Partai yang mengusung Ahyar Abduh dan Mohan Roliskana pada pemilihan Walikota Mataram. Oleh sebab itu, PPP berhak menentukan satu nama sebagai calon Wakil Walikota seandainya Ahyar kelak jadi maju sebagai calon Gubernur.

Hal tersebut yang membuat Politisi PPP asal Kota Mataram ini menyatakan keinginannya untuk maju merebut kursi Wakil Walikota Mataram . “Ya kalau Pak Ahyar maju, kita siap saja jadi Wakil Walikota,” kata Muzihir, Minggu, 23 Oktober 2016.

Namun keinginan untuk maju sebagai calon Wakil Walikota Mataram ini jika benar-benar Ahyar Abduh mencalonkan diri memperebutkan kursi orang nomor satu di NTB pada 2018 mendatang.

“Kalau beliau maju, kalau tidak gimana? Ya kita lihat saja dulu, kalau nanti beliau maju ya saya siap-siap saja,” kata Muzihir yang mendapat dukungan dari rekannya di Komisi III DPRD NTB, M. Hadi Sulthon, S.Sos.

“Ahyar maju Pilkada, Muzihir siap Bertarung Wakil Bupati,” kata Sulthon yang disambut tawa oleh Muzihir.

Untuk diketahui, nama Ahyar Abduh santer terdengar akan maju pada Pilgub 2018 mendatang. Bahkan ia sempat menyatakan keinginannya tetap maju pada Pilgub 2018 nanti meski tidak mendapat dukungan dari partai Golkar. (ast)