Ahyar dan Rohmi Dikabarkan akan Maju Saingi Suhaili di Musda Golkar NTB

Hj. Sitti Rohmi Djalillah dan Ahyar Abduh

Mataram (Suara NTB) – Eskalasi politik jelang Musyawarah Daerah (Musda) DPD I Partai Golkar Provinsi NTB mulai menghangat, terutama terkait dengan figur-figur yang bakal maju sebagai kandidat bakal calon Ketua DPD I Golkar NTB dalam Musda yang akan digelar pada awal bulan Maret mendatang.

Sejumlah figur bakal calon mahkota Golkar NTB yang disebut-sebut akan maju mulai bermunculan ke permukaan. Beberapa di antaranya yang sudah sangat santer terdengar baru tiga nama yakni, Walikota Mataram, H. Ahyar Abduh, Wakil Gubernur NTB, Dr.Hj. Sitti Rohmi Djalilah dan Bupati Lombok Tengah, H.Suhaili FT yang akan maju untuk periode keduanya.

Iklan

Ketua Panitia Musda Golkar, Hj. Baiq Isvie Rupaeda yang dikonfirmasi terkait hal itu mengakui bahwa pihaknya mendengar tiga nama itu yang bakal maju dalam Musda Golkar NTB sebagai bakal calon Ketua.

“Musda itu agenda intinya adalah pemilihan ketua. Sampai saat ini memang belum ada yang sudah menyatakan maju jadi ketua, tapi yang kita dengar ada beberapa, ada pak Ahyar dan ada pak Suhaili,” ujar Isvie saat dikonfirmasi diruang kerjanya.

Dikonfirmasi terkait dengan nama Rohmi yang juga dikabarkan bakal ikut maju mencalonkan diri sebagai Ketua DPD I Golkar NTB, padahala diketahui bahwa ia bukan kader Golkar. Sementara syarat untuk bisa ikut mencalonkan diri adalah minimal pernah menjabat sebagai pengurus partai Golkar selama satu periode kepengurusan, baik ditingkat DPD II, DPD I maupun di DPP.

“Kalau melihat PO, syaratnya memang minimal pernah jadi pengurus. Tapi bisa saja juga orang baru (bukan kader), tapi atas dasar Diskresi dari DPP. Saya rasa tidak ada masalah, kalau (Rohmi) bisa maju sepanjang ada diskresi. Kita lihat saja nanti, semuanya itu kan biasanya last minute,” katanya.

Ketika ditanya apakah Isvie sendiri juga berminat untuk tampil maju mencalonkan diri sebagai Ketua. Mengingat dirinya juga punya kans besar karena saat ini tengah menduduki jabatan setrategis seperti Ketua DPRD Provinsi NTB dan juga sekaligus Sekretaris DPD I Golkar NTB.

‘’Saya belum, saya ndak tahu kamungkinannya bisa ya atau tidak, saya tidak tahu, kita lihat saja nanti,” jawabanya.

Namun demikian sebagian besar elite Golkar NTB nampaknya masih menghendaki Suhaili kembali memimpin Golkar NTB untuk periode kedua. Karena ia dianggap berhasil membawa dan mempertahankan Golkar di NTB menjadi partai besar. Bahkan Isvie sendiri mengaku secara pribadi dia juga masih mengharapkan Golkar dipimpin oleh Suhaili.

‘’Saya rasa peluang Suhaili masih besar. Karena beliau cukup berhasil dan komunkasinya bagus. Dia juga tokoh yang tidak terlalu formal. Kalaupun belum ada sejarahnya orang menjabat dua kali sebagai ketua, ya kita buat sejarahlah yang penting aturan tidak melarang,’’ tegasnya.

Terakhir ditekankan, dengan besarnya arus dukungan dalam internal Golkar sendiri kepada Suhaili untuk kembali menjadi ketua DPD I Golkar NTB, apakah hal itu akan mengarah pada pemilihan yang akan dikondisikan untuk berlangsung secara aklamasi kepada Suhaili? ‘’Saya tidak berkomentar soal aklamasi, saya serahkan kepada pemilik suara,’’ tegas Isvie. (ndi)