Ahyar Abduh Pamit

Walikota Mataram dua periode, H. Ahyar Abduh beserta istri berjalan meninggalkan Pendopo Walikota Mataram setelah berpamitan dengan jajaran Forkopimda, Forkopimcam, Sekretariat Daerah, dan Kepala OPD lingkup Pemkot Mataram, Rabu, 10 Februari 2021.(Suara NTB/bay)

Mataram (Suara NTB) – Walikota Mataram dua periode, H. Ahyar Abduh, melaksanakan kegiatan tunas pamit mengakhiri masa jabatannya, Rabu, 10 Februari 2021. Di hadapan seluruh jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam), jajaran Sekretariat Daerah dan Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Ahyar menyampaikan terimakasih telah diberi kesempatan memimpin Kota Mataram selama 10 tahun.

Menurut Ahyar, sinergi yang dibangunnya selama 10 tahun terakhir dengan H. Mohan Roliskana sebagai Wakil Walikota telah menciptakan jalinan emosi mendalam. Terlebih, Mohan saat ini terpilih menjadi Walikota Mataram untuk periode 2021-2025.

Iklan

Terkait perkembangan Kota Mataram kedepan, dirinya tetap akan mengambil peran aktif sebagai masyarakat. Terutama dalam memberikan saran dan masukan bagi pemerintah daerah. “Sekarang saya kembali jadi masyarakat. Artinya saya bisa memberikan suara dan saran saya kepada pemerintah sebagai bagian dari masyarakat,” ujar Ahyar yang telah memimpin Kota Mataram sejak 2010.

Selama menjabat, Ahyar dan Mohan telah melakukan beberapa upaya untuk membangun masyarakat. Salah satunya terlihat dari 106 penghargaan yang telah diraih Kota Mataram baik di tingkat provinsi, nasional, bahkan internasional. Ahyar menyebut pencapaian tersebut merupakan usaha maksimal pemeritah daerah dalam memberikan pelayanan untuk kesejahteraan dan kemajuan masyarakat Kota Mataram.

Mohan yang hadir dalam acara tunas pamit tersebut menyampaikan bahwa berakhirnya masa jabatan Walikota Mataram bukan menandakan berakhirnya silaturahmi dirinya dengan Ahyar. “Selalu ada silaturahmi yang menjembatani emosi saya dengan Pak Walikota. Saya tetap membutuhkan beliau untuk senantiasa meminta nasihat dan saran dala rangka melaksanakan tugas kepimpinan di Mataram,” ujarnya.

Diakuinya, dalam kepemimpinan selama 10 tahun terakhir Ahyar adalah salah satu sosok yang memiliki cukup banyak pengalaman dan ilmu. Hal itu disebut Mohan masih sangat dibutuhkan dalam upaya membangun Kota Mataram kedepan. “Dalam fase perjalanan kepemimpinan kami telah menunjukkan bagaimana sesungguhnya menjalin harmonisasi dan saling menjaga. Melengkapi kelemahan kami masing-masing. Kami berharap di ujung masa jabatan ini kami bisa merangkai harmonisasi itu dengan baik,” jelasnya.

Menurut Mohan, Ahyar adalah sosok politisi yang sekaligus sangat memahami ilmu agama. Hal itu membuat Ahyar akan selalu menjadi panutan bagi banyak orang. “Sejatinya politisi adalah orang yang membangun harapan. Sebagai seorang dengan jiwa politisi yang kuat, saya yakin Pak Ahyar akan selalu membangun harapan itu untuk Kota Mataram,” tandas Mohan. (bay)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional