Ahyar Abduh Akui Masih Sulit Tekan Angka Kemiskinan

Mataram (Suara NTB) – Walikota Mataram, H. Ahyar Abduh mengaku di usia Kota Mataram ke – 24 masih sulit mengurangi penduduk miskin. Masyarakat miskin tersisa 9,80 persen atau 44.810 jiwa dari jumlah penduduk relatif masih sangat besar. Sehingga ia akan berupaya menekan kembali.

“Setiap tahun memang turun. Tapi angka 9,80 persen bagi saya itu masih besar,” kata Walikota, Kamis, 31 Agustus 2017.

Iklan

Saat menjabat sebagai walikota, jumlah penduduk miskin 14,44 persen atau 58.272 jiwa di tahun 2010. Berkurang di tahun 2011 menjadi 53.736 atau 13,18 persen. Pengurangan terus terjadi dengan berbagai intervensi program dan penambahan anggaran sehingga tersisa 9,80 persen.

Walikota menambahkan, pekerjaan berat ini harus diselesaikan bekerja keras lewat program integrasi dan komprehensif. Pihaknya terus berikhtiar melalui investasi yang diupayakan mengajak investor dalam rangka membuka lapangan kerja. Dikatakan, serapan angkatan kerja bagus, tapi angkatan kerja bertambah sehingga perlu ditekan kembali.

“Tadi sambutan Pak Gubernur termasuk penyakit sosial harus bersama mengantisipasi hal itu untuk ambil sebagai momentum,” katanya.

Lebih lanjut disampaikan orang nomor satu di Kota Mataram ini, HUT yang ke 24 sebagai salah satu momentum bagi masyarakat Kota Mataram untuk kembali meningkatkan persatuan dan meningkatkan ikhtiar memberikan kontribusi terbaik untuk kesejahteraan masyarakat. Warga Mataram patut bersyukur sebagai ibukota provinsi tetap dalam kondisi kondusif dan aman sehingga menjadi modal.

Ia menyebutkan, berkat kerjasama segala capaian dan target terpenuhi. Diantaranya, tingkat pertumbuhan ekonomi Kota Mataram tertinggi di NTB. Demikian pula pembangunan infrastruktur jauh meningkat.

Pengelolaan keuangan daerah meningkatkan terlihat dari sektor kemandirian pembiayaan keuangan daerah diukur dari PAD mencapai Rp 367 miliar. Selain itu, ada apresiasi terhadap kinerja. Baru-baru ini mendapatkan Piala Adipura dan tiga kali meraih WTP (wajar tanpa pengeculian) terhadap pengelolaan keuangan daerah.

Kedepan, ia menyadari bahwa tantangan bukan ringan tapi berat. Sehingga, pejabat diminta bekerja keras mengejar target – target pencapaian lainnya. (cem)

Advertisementfiling laporan pajak filing laporan pajak Jasa Pembuatan Website Profesional