Ahli Forensik ungkap Temuan Pada Jenazah Perempuan Misterius di Senggigi

Kapolres Lombok Barat Bagus Satrio Wibowo (tengah) didampingi Kabagops Polres Lombok Barat Kiki Firmansyah Effendi (paling kanan) dan Ahli Forensik RS Bhayangkara Mataram Arfi Samsu (paling kiri) memberi keterangan pers terkait penyelidikan pembunuhan Ms X, Senin, 10 Februari 2020. (Suara NTB/why)

Mataram (Suara NTB) – Teka-teki pelaku pembunuhan Ms X, korban pembunuhan yang mayatnya dibuang di jurang tepi Jalan Raya Senggigi, Batulayar, Lombok Barat belum terungkap. Ciri fisik memang sudah diketahui. Belasan saksi tuntas diperiksa. Namun, hal itu belum cukup bagi penyidik untuk mengungkap kasus.

“Barang bukti yang kita temukan masih minim. Identitas korban sampai sekarang belum diketahui,” ungkap Kapolres Lombok Barat AKBP Bagus Satrio Wibowo, Senin, 10 Februari 2020 ditemui di Mataram.

Iklan

Bagus mengatakan, tim penyidik Satreskrim sudah memeriksa sekurangnya 19 saksi. Ciri fisik korban yang terungkap lewat otopsi juga tidak membawa penyidik ke mana-mana. Selain berharap ada warga yang melapor kehilangan anggota keluarga.

“Apabila ada masyarakat yang kehilangan anggota keluarganya dengan ciri-ciri fisik yang kita temukan. Kita minta pada kesempatan pertama agar langsung melapor. DNA belum diambil,” terangnya.

Ciri fisik dimaksud antara lain, korban yang diidentifikasi berjenis kelamin perempuan ini memiliki wajah bulat, beralis tebal, dan rambutnya sebahu. Tinggi antara 158-160 cm. Kulitnya sawo matang ciri umum Ras Mongoloid. Tanda tubuh yang bisa dikenali hanya gigi gerahamnya yang sebelah kiri menghitam.

Sementara kondisi pada saat ditemukan setelah menjadi mayat, Ms X ini menggunakan mengenakan celana tanggung 3/4 berwarna merah muda dengan lingkar lis bergelombang warna putih. Celana dalamnya bermotif. “Bergambar Hello Kitty,” kata Bagus.

Luka Korban

Di tempat yang sama, Ahli Forensik pada Rumah Sakit Bhayangkara Mataram dr Arfi Samsu Sp.F menjelaskan bahwa korban meninggal karena kehabisan oksigen. Ms X disimpulkan mati lemas akibat jeratan di leher. Diperburuk dengan benturan benda tumpul di kepala.

“Waktu meninggal antara tanggal 1 sampai 3 Februari 2020. Ditemukan empat sampai enam hari setelah meninggal,” kata Arfi mengungkap hasil otopsi jenazah yang dilakukan Kamis (6/2) lalu.

Arfi menambahkan, celana dalam korban saat ditemukan masih terbalut campuran adukan semen. Walaupun sudah mengeras. Ditemukan juga luka di bagian luar kemaluan korban. Luka robek di wajah dan gigi seri tanggal.

“Tidak ada tanda kehamilan,” tandasnya.

Diberitakan sebelumnya, mayat Ms X ditemukan pemancing di jurang tepi Jalan Raya Senggigi, Desa Senggigi, Kecamatan Batulayar, Lombok Barat, Rabu (5/2) petang sekitar pukul 21.00 Wita. Mayat tersebut terbungkus dalam kantong plastik hitam. Tubuh korban tertekuk dengan ikatan kawat. (why)