Agustus, 19.232 Kasus Diare Terjadi di NTB

Mataram (suarantb.com) – Penyakit yang dianggap remeh oleh sebagain masyarakat, yakni diare ternyata masih banyak terjadi di NTB. Berdasarkan data Dinas Kesehatan NTB, angka tertinggi terjadi pada Agustus lalu dengan jumlah 19.232 kasus.

Kepala Dinas Kesehatan NTB, dr Nurhandini Eka Dewi menyampaikan angka tersebut tertinggi selama tahun 2017. Dengan penderita diare terbanyak berada pada usia 0-5 tahun alias bayi dan balita.

Iklan

“Kalau tahun-tahun dulu tertinggi kasusnya di bulan Januari. Untuk September 2017 ada 7.686 kasus, data Oktober belum masuk. Tapi biasanya menjelang akhir tahun itu makin banyak. Penderitanya terbanyak usia 0-5 tahun,” paparnya, Jumat, 17 November 2017.

Penyebab diare ini salah satunya karena air hujan yang bercampur sampah mencemari sumber mata air minum masyarakat, seperti sumur. “Kan masih banyak yang pakai sumur. Nah rembesan air yang dekat sumur terkontaminasi sampah, itu yang mencemari air sumur,” ungkapnya.

Selain meningkatnya pencemaran pada sumber mata air, penyebab lainnya adalah makanan yang tercemar bakteri. Karena dibiarkan terbuka hingga dikerubungi lalat atau tercemar kotoran yang beterbangan di udara.

Meski bukan penyakit mematikan, Eka meminta masyarakat tidak menganggap remeh diare. Utamanya pada bayi dan balita, diare bisa mengakibatkan kematian karena kekurangan cairan dalam tubuh.

“Ada kasus bayi meninggal karena diare, tapi memang tidak banyak kasusnya tahun ini ada sekitar 10 kasus. Itu karena kekurangan cairan dan mungkin terlambat penanganannya. Jadi baiknya kalau sudah ada tanda-tanda diare, segera berikan oralit,” pungkasnya.

Selain diare, demam berdarah juga patut diwaspadai memasuki musim penghujan. Data terkini Dikes NTB terjadi kenaikan kasus DBD pada minggu ke-46 ini menjadi 13-15 kasus per minggu. Dengan risiko tertinggi ada di Kota Mataram yang padat penduduk. (ros)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional