Agen Perjalanan Wisata Butuh Informasi Lengkap Soal MotoGP

Dewantoro Umbu Joka. (Suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB) – Para agen perjalanan wisata yang tergabung dalam Asosiasi Travel Agen Wisata/ASITA masih gamang membuat paket-paket wisata, sejalan dengan pagelaran MotoGP pada 2021 mendatang.

Sampai saat ini, belum diketahui secara detail tentang penyelenggaraan MotoGP, teknis pelaksanaan, serta penyelenggaranya.

Iklan

Ketua ASITA Provinsi NTB, Dewantoro Umbu Joka di Mataram, Jumat, 31 Januari 2020 mengatakan, meski mengetahui penjualan tiket MotoGP di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika telah dibuka, tetapi tidak didetailkan oleh panitia, harga tiket masing-masing kelas dan fasilitas apa yang diterima oleh penonton.

“Kita juga masih belum tahu, siapa yang menjadi panitianya. Apakah Dorna, apakah ITDC (Indonesia Toursm Development Corporation),” kata Dewantoro.

Seharusnya, panitia telah memastikan harga tiket, serta fasilitas-fasilitas yang diterima oleh penonton di masing-masing kelas. Dan posisi penonton di tribun. Dengan ketidakpastian ini, biro perjalanan wisata akhirnya menjadi gamang membuat paket-paket wisata.

Berkaca dari negara-negara yang menjadi tuan rumah pelaksanaan MotoGP, sebut saja di Sepang, Malaysia. Antara penyelenggara dengan biro perjalanan wisata telah bersinergi.

Sehingga ketika dijadwalkan penyelenggaraan MotoGP di Sepang, sudah tersedia menu-menu paket wisata sekaligus nonton MotoGP. “Ini bagaimana kita membuat menu –menu wisata dan nonton MotoGP, harga tiket saja kita belum tau,” kata Dewantoro.

Melihat kebiasaan, bagi wisatawan Asia dalam setiap kali menonton balap MotoGP, kisaran lama berwisatanya rata-rata 4-5 hari. Satu hari sebelum pelaksanaan balap, satu hari menonton balap, hari berikutnya berwisata dan terakhir kembali ke negaranya.

Dengan kisaran waktu menonton MotoGP dan berwisata ini, seyogiyanya biro perjalanan wisata yang ada di NTB juga jauh-jauh hari sudah mendapatkan informasi detail tentang pelaksanaan MotoGP di Mandalika. Dengan begitu, dapat disesuaikan paket-paket wisata yang bisa dijual dengan nonton MotoGP 2021 mendatang.

“Seharusnya sudah bisa kita kawinkan paket wisata dan nonton balap MotoGP di Mandalika. Dan kita sudah bisa jual paket-paket wisatanya,” demikian Dewantoro.

Seperti diketahui, Mandalika Grand Prix Association (MGPA) resmi memulai pre-booking untuk tiket MotoGP pada Senin, 20 Januari 2020. Sebanyak 10.000 tiket gelaran balap motor internasional yang mengambil tempat di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika tersebut telah dapat dipesan oleh para penggemar MotoGP di seluruh dunia.

Direktur Utama ITDC, Abdulbar M. Mansoer, menerangkan bahwa kegiatan pre-booking dilakukan agar para peminat bisa mendapatkan slot tiket lebih awal untuk memilih kelas.

Selain itu, pihaknya juga berusaha memetakan sekaligus melihat gambaran terkait demand dari calon penonton MotoGP di NTB. Dengan begitu, MGPA selaku anak perusahaan ITDC yang bertanggung jawab pada penyelenggaraan MotoGP di KEK Mandalika dapat mempersiapkan kebutuhan transportasi, akomodasi, dan industri perdagangan lainnya.

Kemajuan pembangunan sirkuit secara keseluruhan disebut telah mencapai lebih dari 20 persen. Sebagian besar dari progres tersebut adalah pekerjaan tanah dan perbaikan tanah dasar untuk penyiapan badan footprint.

Hal ini dilakukan untuk meningkatkan standar jalan yang sebelumnya didesain hanya sebagai jalan kawasan dengan jalan kelas tiga, menjadi setara dengan jalan kelas satu agar sesuai dengan standar kekuatan struktur dan keamanan yang ditetapkan oleh Fédération Internationale de Motocyclisme (FIM).

Progres pekerjaan tanah atau ground work sampai saat ini telah mencapai 40%. Dalam waktu dekat ITDC juga akan memulai pekerjaan struktur perkerasan lentur secara berlapis. Dimulai dengan pekerjaan Lapis Pondasi Atas (LPA) pada bulan Juli hingga September 2020, dan dilanjutkan dengan pekerjaan tiga lapis aspal yang diperkirakan akan selesai di Desember 2020. (bul)