Agar Tak Membosankan, Sekolah Ubah Pola Pembelajaran Daring

Sabariah (Suara NTB/her), Fauzi (Suara NTB/her)

Giri Menang (Suara NTB) – Belajar Dari Rumah (DBR) di Lombok Barat (Lobar) diperpanjang sampai waktu tak ditentukan. Hal ini membuat kepala sekolah dan guru memutar otak mengubah pola pembelajaran agar murid dan orang tua wali murid tidak bosan mengukuti pembelajaran sistem BDR.

Kepala SDN 1 Gerung Utara, Sabariah mengatakan sekolahnya termasuk dari delapan sekolah yang sudah diverifikasi oleh tim pemda untuk rencana belajar tatap muka. Pihaknya sudah dinilai memenuhi syarat, karena melengkapi semua syarat untuk belajar tatap muka seperti tempat cuci tangan, hand sanitizer, jaga jarak dengan pengaturan belajar sistem sif. “Tapi kembali lagi kepada pengambil kebijakan,ada SE kembali bahwa BDR sampai waktu yang tidak ditentukan,” ujarnya, Selasa, 6 Oktober 2020.

Iklan

Pihaknya tetap menerapkan sistem sif dengan tetap menggunakan protokol kesehatan. Selain itu, tetap ada kesepakatan antara guru dan orang tua, kalau anak tidak mendapatkan izin dari orang tua, maka tidak dipaksakan. Akan tetapi pihak sekolah tetap memberikan pelayanan secara daring maupun luring. Kenapa dilaksanakan daring? Pihaknya tidak seperti penerapan pelaksanaan kurikulum secara penuh. Namun pihaknya mengembangkan kurikulum. Seperti penugasan melalui portofolio, supaya orang tidak jenuh dan anak-anak juga tidak jenuh. “Kami utamakan skill-nya, keterampilan dan praktiknya. Misalnya tentang penerapan bangun ruang, semua mata pelajaran masuk di sana”jelas dia.

Hal ini, ujarnya,  sesuai dengan Permendikbud Nomor 719 tentang Pelaksanaan Kurikulum. Dalam aturan ini diberikan keluasaan dalam mengembangkan kurikulum. Tidak harus penuh, sesuai silabus tatap muka biasa. Namun bisa dikemas dengan berbagai model, sesuai dengan masing-masing tema. “Artinya pola pembelajaran dan penilaian dikemas agar tidak bosan, sehingga tidak monoton,”jelas mantan Kepala SDN 1 Labuapi ini.

Guru, kata dia, bukan melaksanakan kurikulum namun harus mengembangkan kurikulum agar tidak monoton.

Kepala SMP 4 Gerung Fauzi mengatakan, terkait rencana pembelajaran BDR diperpanjang. Pihaknya tetap menerapkan 3M, yakni menggunakan masker, menjaga jarak dan mencuci tangan. Dalam hal pembelajaran BDR, pihaknya sudah membagikan pulsa kuota internet kepada 547 siswa. Bagi anak yang tak punya HP dan tidak punya aplikasi, disuruh datang belajar ke sekolah.

Pihaknya mengadakan dari dana BOS, karena bos ini diarahkan untuk mendukung pembelajaran selama pandemi. Selain untuk pulsa, ada juga petuntukan untuk untuk yang lain sesuai petunjuk teknis. Misalnya untuk pulsa guru, perbaikan sekolah dan pengecetan serta pemeliharaan sekolah.  “Sesuai dengan juknis BOS,”imbuh dia.

Pihaknya juga sudah menggelar UTS (ujian tengah semester) melalui daring. Bahkan rapornya sudah dibuatkan secara online, berupa e-raport. “Kami bagikan e-raport lewat online, sehingga anak-anak tidak perlu ke sekolah mengambil rapor,”jelas dia.  (her)    

Advertisementfiling laporan pajak Jasa Pembuatan Website Profesional