Agar Polisi dan Pelanggar Tak Main Mata

Mataram (Suara NTB) – Proses tilang slip merah pelanggaran lalu lintas selama ini tidak berjalan efektif. Selain itu, pelanggar dan petugas kepolisian rentan saling main mata untuk lepas dari jerat tilang. E-Tilang akan diterapkan sebagai solusi.

Kapolda NTB, Brigjen Pol Drs Firli MSi menyatakan bahwa penanganan dan penyelesaian perkara tilang pelanggaran lalu lintas tidak lagi secara manual melainkan akan berganti ke sistem elektronik lewat aplikasi E-Tilang.

Iklan

Polda NTB menyosialisasikan Peraturan Mahkamah Agung Nomor 12 Tahun 2016 tentang Tata Cara Penyelesaian Perkara Pelanggaran Lalu Lintas dan Implementasi E-tilang, Kamis, 9 Maret 2017 di Hotel Lombok Plaza, Mataram.

“Sesuai keinginan negara dalam rangka mewujudkan aparatur negara yang bersih dan bebas dari korupsi, kolusi, dan nepotisme,” ujarnya.

Firli menyebutkan, 86.063 kasus pelanggaran lalu lintas di wilayah hukum Polda NTB diberi teguran tilang sepanjang 2016 lalu. Pelanggar selama ini diberi slip tilang warna merah.

Sementara sambung dia, apabila diberi slip biru maka akan ada sisa denda tilang yang selama ini tidak bisa dkembalikan kepada pelanggar. Sistem E-Tilang maka pelanggar tidak diharuskan hadir di persidangan.

“Hanya akan membayar besaran denda tilang sebagaimana putusan hakim sesuai dengan tabel denda tilang yang telah ditetapkan,” kata Kapolda.

Pola tersebut, lanjut dia, akan mengefektifkan dan mengefisiensi penyelesaian perkara tilang. Tujuannya, mempercepat penindakan dan memangkas sistem birokrasi yang berbelit.

“Tentu kita ingin mencegah adanya transaksi yang berhubungan langsung secara fisik antara pelanggar dengan petugas,” terang Firli.

Ia menambahkan, lewat sistem E-Tilang pelanggar bisa langsung melakukan transaksi pembayaran denda menggunakan sistem perbankan untuk penyelesaian tilang ini negara sudah menunjuk BRI,” kata dia.

Dijelaskan pula, pembayaran denda tilang itu dibayarkan setelah ada putusan Pengadilan Negeri setempat.

“Tinggal bayar melalui transaksi langsung bank, bisa juga menggunakan automatic teller machine (ATM). Ini tentu lebih mudah, lebih pasti tidak terjadi penyimpangan,” tutup Kapolda.

Kuartal pertama tahun ini, E-tilang masih dalam tahap sosialisasi. Sementara penerapan nantinya akan diujicoba di wilayah hukum Polres Mataram dan Polres Lobar. (why)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here