Afirmasi ‘’Passing Grade’’ PPPK, Mendikbudristek Perjuangkan Aspirasi Guru Honorer

Nadiem Anwar Makarim (Suara NTB/ron)

Mataram (Suara NTB) – Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek), Nadiem Anwar Makarim mengatakan, pihaknya memperjuangkan para guru honorer yang meminta adanya afirmasi, karena tingginya nilai ambang batas atau passing grade rekrutmen ASN PPPK tahun 2021. Ia menyebutkan, afirmasi passing grade itu sudah dikomunikasikan dan diperjuangkan di forum Panselnas PPPK.

Nadiem saat melakukan kunjungan pembelajaran tatap muka di TKN Pembina Pedesaan Tunas Mandiri, Jonggat, Lombok Tengah, Kamis, 7 Oktober 2021 mengatakan, aspirasi bagi guru honorer untuk mendapatkan afirmasi passing grade sudah disampaikan ke panselnas.

Iklan

“Kita tinggal menunggu hasil pengumuman. Mengenai afirmasi passing grade itu sudah kami komunikasikan dan perjuangkan di forum panselnas. Kedua adalah guru PPPK setara gajinya dengan PNS, secara teknis fungsinya sama, ndak ada diskriminasi dari sisi partisipasi program,” ujarnya.

Sebelumnya, para guru honorer mengatakan bahwa kegagalan atau ketidaklulusan mereka diakibatkan, karena tidak memenuhi nilai ambang batas atau passing grade, yang telah ditetapkan oleh Kemenpan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia terlalu tinggi. Pemerintah diminta agar memberikan afirmasi bagi seluruh guru honorer K2 dan non-K2  usia 35 tahun ke atas. Belum lagi pengabdian yang sudah begitu lama dilakukan para guru honorer dengan honor yang tak seberapa.

Sementara, terkait kepastian pengumuman PPPK yang sempat diundur, Nadiem memastikan pengumuman akan dilaksanakan  dalam waktu sangat dekat. “Tidak perlu terlalu khawatir kepada teman-teman guru honorer yang lulus passing grade, tidak usah bingung dan tidak usah terlalu stress, kenapa ditunda? karena ada diskusi soal afirmasi itu. Kami memperjuangkan afirmasi, masyarakat juga harus solider terhadap guru yang lain. Karena perjuangan kita pada afirmasi yang diharapkan itu,” ujar Nadiem.

Selain itu, ia juga akan merancang insentif bagi guru dan kepala sekolah yang mau ditempatkan di daerah 3T. “Untuk daerah 3T itu yang sedang kami rancang, memang dari sisi permintaan kita tidak bisa memaksa jumlah orang yang mau ke situ. Yang kita rancang insentif yang akan diberikan, agar guru dan kepala sekolah mau ditempatkan di sana,” ujarnya. (ron)

AdvertisementJasa Pembuatan Website Profesional