Adminduk Bermasalah, Warga Miskin di Lobar Tak Dapat Bantuan

Lalu Marta Jaya. (Suara NTB/her)

Giri Menang (Suara NTB) – Dinas Sosial Lombok Barat (Lobar) bersama Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) terus berkoordinasi untuk membereskan persoalan administrasi kependudukan (Adminduk) masyarakat, terutama warga kurang mampu yang perlu mendapatkan intervensi bantuan. Pasalnya belajar belajar dari beberapa temuan, ada  sejumlah warga miskin yang berhak mendapatkan bantuan justru luput akibat dari persoalan adminduk.

Kepala Dinas Sosial Lobar, Lalu Marta Jaya, Rabu, 14 Oktober 2020  mengatakan, pihaknya melakukan koordinasi dengan Dukcapil terkait berbagai program bantuan seperti BLT DD dan JPS Mantap. Begitu ada persoalan adminduk, pihaknya langsung diselesaikan bersama Dukcapil untuk dipadupadankan. “Kami langsung bersurat melampirkan nama-nama yang harus dicek, padupadankan. Karena untuk bantuan ini kuncinya adalah NIK, baik untuk mengurus BPJS, jampersal dan PKH. Jangan sampai terjadi NIK dan KK tidak ada, begitu ada bantuan mereka tidak bisa akses bantuan itu,” terang dia. Karena itu pihaknya melakukan penyelesaian Adminduk bersama Dukcapil.

Iklan

Di sini jelas dia tidak ansih soal tugas OPD namun juga harus ada upaya proaktif dari desa dan dusun. Pihaknya mengimbau agar jajaran dusun hingga RT segera melaporkan warga yang bermasalah adminduknya. Seperti kasus dua janda di Gerung, pihaknya langsung berkoordinasi dengan camat untuk membantu penanganan Adminduk. “Alhamdullah bisa ditindaklanjuti oleh pendamping PKH, untuk divalidasi baru kita ajukan ke provinsi,”ujar dia. Apalagi jelas dia di daerah ini tengah dilakukan graduasi penerima PKH.

Selain itu, pihaknya juga berkoordinasi dengan Dukcapil terkait dengan lembaga kesejahteraan sosial (LKS). Termasuk di dalamnya lansia, janda, yatim dan anak-anak terlantar yang belum ada Adminduknya. ”Ada warga lansia, termasuk janda, anak yatim belum ada NIK-nya, itu kami koordinasian agar segera diselesaikan. Warga yang belum punya Adminduk ini kami sisir,”ujar dia. (her)