Adil Tanpa Memandang Golongan, Prinsip Kerja Ahyar-Mori

Bima (Suara NTB) – Prinsip keadilan tanpa memandang golongan, akan menjadi ciri khas dari strategi pembangunan yang akan dijalankan pasangan Calon Gubernur/Wakil Gubernur NTB nomor urut 2, TGH. Ahyar Abduh dan H. Mori Hanafi, SE, M.Comm (Ahyar-Mori).

Demikian disampaikan H. Mori Hanafi, Jumat, 5 Mei 2018. Mori menegaskan bahwa, dalam setiap kampanye dialogis bersama masyarakat, pasangan Ahyar-Mori selalu menyampaikan itikad baiknya dalam membangun NTB untuk Semua.

Iklan

Salah satu pemaknaan dari NTB untuk Semua bukanlah membagikan semua secara merata. Melainkan, segala sumber daya yang tersedia, didistribusikan sesuai dengan proporsi kebutuhan di masing-masing daerah.

“Saya beberapa kali menyampaikan bahwa peningkatan kesejahteraan masyarakat dimulai dari wilayah-wilayah yang kurang disentuh pembangunannya, baik secara fisik maupun non fisik. Skala prioritas akan kami terapkan sesuai dengan kebutuhan di masing-masing daerah,” ujar Mori Hanafi.

Seperti yang diketahui bersama saat ini, Kabupaten Bima dan Kota Bima, sebagai wilayah paling timur dari NTB, selama ini memang masih kurang diperhatikan perkembangannya dibandingkan dengan kabupaten-kabupaten di pulau Lombok.

“Walaupun IPM Kota Bima menduduki peringkat kedua di NTB, namun pembangunan di daerah tersebut masih kurang merata. Padahal potensi yang dimiliki daerah ini besar sekali,” ujarnya.

Oleh karena itu, Mori bertekad untuk memperjuangkan hak-hak pemerataan pembangunan di seluruh wilayah di NTB ini. Perjuangan ini akan dilakukan dengan menyusun skala prioritas dalam pembagian “kue” pembangunan. Dan semua ini menurutnya, akan disesuaikan dengan kebutuhan daerah. “Secara adil dan tidak memandang golongan,” tegas Mori.

Menurut Mori, dengan dukungan yang lebih berimbang, daerah-daerah di timur NTB, seperti Kota Bima, Kabupaten Bima dan Dompu, bisa memiliki kesempatan yang lebih besar untuk mencapai tingkat perkembangan yang sudah dicapai daerah lain.

Seperti diketahui, Kabupaten Dompu misalnya, telah cukup sukses dalam mengembangkan komoditas jagung yang saat ini cukup mampu mendongkrak penghasilan rakyatnya.

“Saya bangga dengan Keberhasilan Dompu sebagai penghasil jagung. Banyaknya Ladang jagung yang ada di Dompu ini memang menjanjikan mengingat adanya kemajuan pesat beberapa tahun belakangan. Dan membangun kembali lahan tidur yang ada di Dompu memang merupakan salah satu prestasi yang patut dibanggakan,” ujar Mori saat berkunjung ke Dompu, belum lama ini.

Menurutnya, ekspor jagung perdana tahun ini dilakukan oleh Kabupaten Sumbawa sebesar 11.500 ton ke Filipina, dan Mori meyakini Kabupaten Dompu juga bisa mengikuti jejaknya.

“Sektor usaha jagung di NTB sangat besar prospeknya. Selain para petani memiliki kemampuan dalam menanam jagung, juga tersedianya Potensi lahan yang ada menjadikan pulau Sumbawa ini merupakan sentra produksi jagung. Sekarang, tugas Pemerintah Provinsi untuk lebih menggenjot potensi ini,” ujar Mori penuh optimisme.

Ia menilai, peranan jagung sangat penting dalam mendukung industri pangan dan pakan di Indonesia. Tidak dapat dipungkiri, manfaat jagung tidak hanya pada bijinya, tapi juga bonggol yang bisa dijadikan sebagai pakan ternak atau bahan bakar untuk memasak.

Jagung dipilih sebagai komoditas unggulan karena relatif mudah dibudidayakan, potensi lahan NTB yang sangat luas dan iklim yang cocok, serta pasar yang terbuka lebar.

“Maka dari itu, kami, pasangan Ahyar-Mori, jika terpilih maka kami berjanji untuk lebih fokus memperhatikan perkembangan pertanian jagung dan juga kesejahteraan para petani jagung. Kita bisa membantu mengatur harga. Petani sudah menanam, provinsi membantu mensejahterakan,” tegasnya.

Komitmen untuk mendukung pemerataan pembangunan di NTB juga telah berulangkali disampaikan TGH. Ahyar Abduh dalam berbagai kesempatan menyapa pendukungnya di daerah-daerah. Calon Gubernur yang akrab disapa TGA ini menegaskan, pemerataan pembangunan secara proporsional, adalah hal yang akan menjadi prioritas mereka. Pemerataan berarti mendorong terbangunnya daerah pelosok yang selama ini kerap terabaikan dalam peta kebijakan pembangunan di NTB.

“Dalam bagian janji kerja, kami telah menyiapkan untuk pemerataan pembangunan infrastruktur seperti jalan dan fasilitas umum lainnya. Tentunya yang memadai, hingga pelosok desa,” ujar Ahyar. (tim)