Adik Almarhumah Rukmin Sempat Mendapat Firasat Lewat Mimpi

Praya (suarantb.com) – Kapal pengangkut 101 penumpang yang sebagian besar adalah TKI, terbalik di Teluku Mata Ikan, Perairan Batam, Rabu, 2 November 2016. Kapal tersebut mengangkut TKI yang sebagian besarnya merupakan warga Lombok, NTB.

Pada Sabtu, 5 November 2016, lima jenazah TKI telah dipulangkan ke Lombok melalui terminal Cargo Lombok Internasional Airport (LIA). Kelima jenazah tersebut yakni, Rukmin (39) asal Batujai, Lombok Tengah, Ating Fatmawati (33) asal Keruak, Lombok Timur, Mahrun (49) asal Selebung, Lombok Tengah, Zaenab (39) asal Selebung, dan Aisyah (27) asal Aik Berik, Lombok Tengah.

Iklan

rukmin

Saparuddin, adik dari korban Rukmin, menuturkan sempat mendapatkan firasat bahwa korban akan meninggal, Sabtu, 5 November 2016 (suarantb.com/szr)

Keluarga korban yang menanti pemulangan jenazah di bandara, tak kuasa menahan haru. Mengingat, sudah hampir di depan mata, mereka akan bertemu dengan orang yang mereka cintai, setelah pulang dari negeri orang. Namun takdir berkehendak lain. Kapal yang mengangkut TKI tersebut tenggelam di perairan Batam Kepulauan Riau.

Saparuddin, adik dari almarhumah Rukmin, menuturkan sempat mendapatkan firasat bahwa kakaknya akan meninggalkannya untuk selamanya. Dua hari sebelum Rukmin meninggal di tengah laut, Saparuddin pernah bermimpi didatangi kakaknya dengan menggunakan aneka macam perhiasan emas.
“Memang ada mimpi-mimpi yang kurang enak. Mimpi dia datang di acara gawe-gawean, dia pakai banyak perhiasan emas, bawa makanan ke rumah saya. Pokoknya semua tubuhnya ditutupi emas, dia melambaikan tangan ke saya. Jarak dua hari baru kejadian,” tutur Saparuddin.

Rukmin atau Inaq Sumarni, sempat menelpon keluarganya ketika hendak pulang. Hingga pagi, belum ada telepon masuk darinya untuk mengabarkan pada keluarga bahwa ia telah sampai. Namun, keluarga tidak begitu khawatir, karena yakin, nomor ponsel miliknya telah tidak aktif karena berganti negara.

  Audit Ulang Kasus K2 Dompu Tergantung Permintaan Penyidik

“Kita kira nomor ponselnya diganti, pakai nomor ponsel Indonesia. Tapi pas kita nonton TV, ada berita kapal tenggelam. Di situ muncul kekhawatiran kalau dia yang juga jadi korban,” ungkapnya. (szr)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here