ADD di KSB Mulai cair

Taliwang (Suara NTB) – Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) melalui Badan Pengelolaan Keuangan Daerah (BPKD) setempat mulai mencairkan Alokasi Dana Desa (ADD) tahun 2017.

Sekretaris BPKD KSB Nurdin Rahman, SE mengatakan, besaran anggaran ADD yang dicairkan untuk tahap pertama ini sebesar 25 persen dari total Rp 74 miliar bagi 57 desa yang dialokasikan pemerintah di APBD 2017. “Sekarang proses pencairannya sedang berjalan bagi desa yang sudah dinyatakan berhak menerima,” terangnya kepada wartawan, Kamis (6/4).

Iklan

Ada persyaratan bagi desa yang berhak menerima pencairan ADD sebesar 25 persen di tahap pertama ini. Desa-desa tersebut telah menyelesaikan seluruh persyaratan administrasi keuangan tahun sebelumnya termasuk evaluasi APBDes tahun 2017. “Jadi yang sudah dicairkan sekarang mereka (desa) sudah kita evaluasi penganggarannya untuk tahun 2017 ini,” kata Nurdin.

Sementara ini tercatat sudah 20 desa yang masuk telah dievaluasi oleh BPKD dan berhak mendapatkan pencairan ADD tahap pertamanya. Nurdin memaparkan, pihaknya telah mencairkan ADD untuk 10 desa sementara 10 desa lainnya sedang dalam proses pencairan. “Kalau tidak ada halangan minggu ini yang 10 desa sudah kita transfer ke rekening desanya,” timpalnya.

Bagi desa yang belum menuntaskan administrasi penganggarannya, Nurdin berharap dapat menyelesaikannya segera. Terutama mengenai penganggaran tahun 2017 agar mengingat hal tersebut menjadi syarat untuk cairnya ADD. “Kalau soal pertanggung jawabannya tahun sebelumnya itu mekanismenya di bagian Pemdes (pemerintahan desa). Yang jelas kita butuhkan untuk pencairan sekarang yakni APBDes terutama, karena itu landasan mencairkan,” paparnya.

 Dia menyebutkan, untuk 25 persen tersebut jika dirupiahkan mencapai angka Rp 18, 65 miliar dari 57 desa penerima dana. Sementara untuk total ADD tahun 2017 ini meningkat menjadi Rp 74,6 miliar dari tahun sebelumya (2016) sebesar Rp. 47,7 miliar. “Jumlah ini tentunya masih pluktuatif tergantung dari dana transfer pusat diluar dana alokasi khusus (DAK),” ungkapnya. (bug/ils)