Adat Ponan Perlu Dipromosikan

Sumbawa Besar (Suara NTB) – Kegiatan Adat Ponan tahun 2017 berjalan semarak, dan karenanya perlu dipromosikan. Kegiatan tahunan tiga dusun yakni Dusun Poto, Dusun Lengas dan Dusun Malili ini, selain sebagai ajang silaturrahim warga ketiga dusun, juga sebagai bentuk syukur atas hasil pertaniannya serta menggelar doa di sebuah bukit yag disebut Bukit Ponan.

Wakil Bupati Sumbawa, Drs. H. Mahmud Abdullah beserta sejumlah kepala Dinas terkait berkesemptan meghadiri kegiatan adat tersebut, Minggu. Diharapkan kegiatan semacam ini dapat terus dilestarikan dan dipromosikan untuk dikemas sedemikian rupa, sehingga menjadi daya tarik untuk lebih dikenal.

Iklan

Menurut Wabup, kegiatan ini adalah wujud dari rasa syukur masyarakat atas keberhasilan tanamnya sekaligus berdoa kepada Allah SWT agar kedepannya hasil pertaniannya semakin melimpah. Seperti yang dilihat semua masyarakat ketiga dusun, Poto, Malili, dan Lengas bersama-sama mereka bergotong royong dan  bersilaturrahim. Makanya ini akan tetap kita lestarikan budaya seperti ini,” ujarnya.

Tidak ada makanan yang digoreng dalam tradisi ini. Semua makanan bentuknya dibakar dan direbus. Jika dilihat kearifan lokal, di mana orang tua dulu disajikan makanan sehat. Tidak seperti sekarang semuanya makanan serba berminyak. Tentunya hal ini perlu dilestarikan.

“Kedepan kita promosi dulu dan ditingkatkan untuk mendapat daya tarik. Kan ini sudah dikenal. Bisa juga nanti masuk event nasional. Makanya kita akan perbaiki infrastrukturnya dan lain sebagainya,” tukas Wabup. (ind)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here