Ada Penerbangan Langsung Lombok – Malaysia, NTB Waspadai Varian Baru Corona dari India

Nurhandini Eka Dewi (Suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB) – Selain mewaspadai varian baru Corona dari Bali, NTB juga meningkatkan kewaspadaan penyebaran varian baru Corona B1617 dari India. Pasalnya, ada penerbangan langsung (direct flight) dari Kuala Lumpur Malaysia ke Lombok.

Asisten III Setda NTB, dr. Nurhandini Eka Dewi, Sp.A mengatakan dari tiga varian baru Corona, yang terbanyak menyebar ke sejumlah negara saat ini adalah varian B1617 dari India. Bahkan, varian baru Corona dari India tersebut, sekarang banyak ditemukan kasusnya di Singapura dan Malaysia.

Iklan

‘’Kenapa kita perlu khawatir dan harus waspada, karena Malaysia dan Singapura, (varian baru Corona) terbanyak juga India. Sedangkan kita ada direct flight dari Malaysia ke Lombok,’’ kata Eka dikonfirmasi di Mataram, Kamis, 6 Mei 2021.

Memang, kata Eka, NTB tidak ada penerbangan langsung ke India. Tetapi, kenaikan kasus Covid-19 di Singapura dan Malaysia didominasi oleh varian baru B1617 dari India. ‘’Kenapa kita harus waspada. Karena kita punya direct flight dari Malaysia,’’ imbuhnya.

Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) NTB mencatat jumlah Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal NTB yang dipulangkan menggunakan penerbangan langsung Malaysia – Lombok  telah mencapai 6.757 orang. Sebagaimana arahan Pemerintah Pusat, semua pelaku perjalanan luar negeri, wajib menjalani karantina selama lima hari untuk mencegah penyebaran Covid-19.

Sebanyak 6.757 PMI yang telah dipulangkan tersebut, terbanyak dari Lombok Timur, Lombok Tengah dan Lombok Barat. Mereka dipulangkan ke Tanah Air karena kontraknya sudah berakhir.

Pada bulan Januari, jumlah PMI NTB yang dipulangkan sebanyak 1.445 orang, Februari 1.409 orang, Maret 2.048 orang dan April 1.855 orang. Terbanyak dari Lombok Timur 3.366 orang, Lombok Tengah 2.289 orang, dan Lombok Barat 746 orang.

Kemudian, Lombok Utara 151 orang, Kota Mataram 78 orang, Sumbawa 47 orang, Bima 21 orang, Dompu 14 orang, Sumbawa Barat 10 orang dan Kota Bima 3 orang.

Untuk mendeteksi varian baru Corona, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) telah menetapkan 12 laboratorium di Indonesia, salah satunya di NTB, yaitu Laboratorium Litbangkes. Sampel-sampel pasien yang terjangkit Covid-19 dengan gejala parah dan punya riwayat perjalanan dikirim ke Laboratorium Litbangkes untuk dilakukan sequensing.

Jika ada varian baru Corona yang ditemukan, biasanya akan dirilis oleh Kemenkes. “Varian baru bisa terbukti kalau ada hitam di atas putih dari Litbangkes. Karena Litbangkes yang memeriksa,” tandas mantan Kepala Dinas Kesehatan (Dikes) NTB ini. (nas)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional