Ada Larangan, Warga Tetap Buang Sampah

Mataram (suarantb.com) – Dinas Kebersihan Kota Mataram telah mengeluarkan larangan pembuangan sampah di tempat pembuangan sampah (TPS) liar. Petugas Dinas Kebersihan Kota Mataram telah melakukan pengangkutan di TPS-TPS Liar yang ada di Kota Mataram dan memasangkan peringatan larangan pembuangan sampah di tempat tersebut. Kendati demikian, penumpukan sampah tetap terjadi di lokasi tersebut.

Plt Kepala Dinas Kebersihan Kota Mataram, H. M. Kemal Islam mengatakan, hal tersebut akibat rendahnya kesadaran masyarakat akan aturan-aturan yang telah ditetapkan di Kota Mataram. Selain itu, kurangnya jumlah TPS resmi pun memicu munculnya banyak TPS-TPS liar di sekitar permukiman penduduk.

Iklan

“Karena TPS resmi kita, menurut masyarakat cukup jauh letaknya. Idealnya, satu kelurahan satu TPS di sana,” tambahnya.

Akan tetapi untuk membuat satu TPS baru, Pemkot Mataram kesulitan lahan. Sehingga sampai saat ini, satu TPS masih digunakan untuk dua hingga tiga kelurahan. Akibatnya, bagi warga yang malas membuang di TPS yang telah disediakan, mereka membuang sampahnya di tempat terdekat dari rumahnya.

“Apalagi kalau di situ sudah ada cikal bakal, ada satu kresek sampah sudah dianggap TPS oleh masyarakat, yang lain jadi ikut-ikutan membuang di situ,” terang Kemal.

Untuk menangani hal tersebut, sementara Pemkot Mataram menyediakan kontainer-kontainer di masing-masing lingkungan. Petugas Dinas Kebersihan Kota Mataram secara rutin mengangkut sampah-sampah dari kontainer tersebut di jam buang sampah. Sementara di lokasi-lokasi yang memang tidak diperbolehkan adanya kontainer, Dinas Kebersihan telah memasangkan papan peringatan di tempat tersebut, serta melakukan pengawasan berkoordinasi dengan kepala lingkungan setempat.

“Kita sudah koordinasi di tingkat kecamatan, minta kepada Pak Kaling khususnya sebagai garda terdepan untuk mencegah sampah-sampah itu dibuang di TPS-TPS liar,” jelasnya.

Akan tetapi kenyataannya, peringatan yang dipasang di lokasi-lokasi tersebut tak dihiraukan warga. Kemal mengatakan sampah tersebut juga berasal dari warga luar Mataram. “Kepala lingkungan juga sudah melakukan pengawasan, tetapi biasanya sambilan berangkat kerja, buang sampah satu kresek dua kresek, jadilah penumpukan di sana, dan itu banyak, bahkan sering kita tangkap,” tutur Kemal. (rdi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here