Ada Klaster Baru di NTB, Dari Mana Sumbernya?

H. Tuwuh.(Suara NTB/dok)

Taliwang (Suara NTB) – Klaster Magetan diduga sebagai ‘’gerbong baru’’  pembawa virus Corona ke wilayah NTB. Keberadaan klaster ini antara lain terdeteksi di Kabupaten Sumbawa Barat (KSB). Klaster yang terbentuk sendiri setelah ditemukannya kasus positif Corona di salah satu Ponpes di Magetan, Jawa Timur itu, merupakan para santri pesantren bersangkutan.

Sementara ini, tim gugus tugas penanganan Coronavirus Disease (Covid-19) KSB mengidentifikasi setidaknya 11 orang telah masuk ke KSB dan diketahui berasal dari Ponpes tersebut atau sekitarnya.

Iklan

“Yang klaster Magetan itu di tempat kita ini ada 11 orang yang kita data,” ungkap Jubir Gugus Tugas Penanganan Covid-19 KSB, H. Tuwuh kepada Suara NTB, Minggu, 26 April 2020.

Sebelas orang dari klaster Magetan yang terdeteksi itu diketahui tersebar di dua kecamatan. Sebanyak lima orang di Kecamatan Brang Rea dan enam lainnya berada di Kecamatan Poto Tano.

Dijelaskan H. Tuwuh, keberadaan mereka yang masuk klaster Magetan itu telah diketahui oleh gugus tugas sejak awal. Sejak kedatangan mereka, tim melakukan pendataan dan mengarahkan kepada setiap bersangkutan menjalani isolasi mandiri di rumah masing-masing.

‘’Mereka statusnya PPTG (pelaku perjalanan tanpa gejala) jadi tetap mereka jalani isolasi,’’ jelasnya.

Penanganan terhadap klaster Magetan ini, lanjut dia semakin ditingkatkan, setelah sebelumnya ada satu diantaranya yang menjalani tes cepat dan hasilnya reaktif. Meski kemudian dari tes swab tahap pertamanya, sementara dinyatakan negatif.

Menurut H. Tuwuh, dia adalah seorang laki-laki umur 19 tahun warga Desa Beru, Brang Rea yang menjalani tes pada Kamis pekan lalu.

‘’Kita juga dengar informasi ada klaster Magetan ini sebagai klaster baru. Kita telusuri ternyata identik juga dengan orang-orang ini (sama-sama dari Magetan). Dia kita tes kemarin karena sempat mengeluh sakit pilek,’’ ujar H. Tuwuh.

Sementara itu terhadap warga klaster Magetan lainnya, H. Tuwuh menambahkan, tim gugus tugas juga akan memberlakukan tes cepat terhadap mereka. Mereka akan dites secepat mungkin guna memastikan tidak ada dari mereka yang terinfeksi virus Corona.

‘’Selama belum menejalani tes mereka tetap harus dikarantina. Tidak boleh keluar meski sudah 14 hari karena di sejumlah tempat kita tahu klaster (Magetan) ini ada yang telah menginfeksi,’’ tegasnya.

Sebagai informasi, keberadaan klaster Magetan ini sudah terdata masuk ke NTB. Ini dibuktikan dengan pasien Covid-19 NTB nomor 159 atas nama Tn. WS umur 18 tahun. Bersangkutan diketahui pernah melakukan perjalanan ke Magetan, Jawa Timur sebagai salah satu daerah terjangkit Covid-19. (bug)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here