Ada “Kampung Tramadol” di Dompu

Dompu (Suara NTB) – Tidak hanya Lingkungan Karang Bagu Kelurahan Karang Taliwang, Mataram yang sudah melahirkan stigma buruk karena dicap sebagai kampung narkoba. Di Dompu pun tren serupa mulai terlihat. Pasalnya, terdapat satu lingkungan di Kelurahan Bali Satu yang kini dianggap sebagai kampung tramadol. Wilayah yang berada di jantung kota itu menjadi pusat utama peredaran pil berbahaya dan mematikan ini.

“Ini menurut pengakuan kepala lingkungannya, kalau kita bicara pengakuan berarti intensitas kejadian cukup sering,” ungkap Kasi Pengaduan Perempuan dan Anak DP3A Dompu, Nasrullah, Skm, kepada wartawan di ruang kerjanya, Selasa, 21 November 2017.

Iklan

Untuk warga lingkungan ini, aktivitas penyalahgunaan tramadol sudah tidak asing lagi. Pun bungkusan bekas pil tersebut sangat mudah ditemukan karena dibuang di sembarang tempat. Termasuk, penyalahgunaan obat batuk jenis K.

Informasi ini lanjut Nasrullah, akan menjadi data awal pihaknya untuk mengambil langkah pencegahan selanjutnya, terlebih hal ini sudah dikomunikasikan dengan pihak terkait di provinsi. “Kejadian ini tinggi dan itu sudah menjadi rahasia umum,” ujarnya.

Survei sederhana saja, lanjut dia, hampir di setiap kerumunan remaja baik di kampung tramadol maupun wilayah lainnya tak jarang ditemukan penggunaan tramadol. Bahkan, tukang dan buruh bangunan pun mengonsumsi barang berbahaya ini.

Menurut dia, peredaran tramadol di wilayah ini belum bisa ditekan signifikan. Begitupun dengan narkoba. Karena memang mereka memiliki sindikat peredaran yang cukup solid. “Saya mau beli langsung tidak bisa, tapi kalau orang sudah biasa beli ada,” jelas dia.

Disinggung soal penggunaanya apakah sebagian besar masyarakat lingkungan itu atau juga berasal dari luar, Nasrullah tak berani memastikanya mengingat komunikasinya dengan pihak kelurahan tidak sejauh itu. “Mungkin saja penjualannya di situ dan pelakunya juga di situ,” pungkasnya. (jun)