ACT Bangun Kampung Orang Baik

Inilah lokasi kampung orang baik, yang dibangun ACT bekerjasama dengan kitabisa.com yang berada di Dusun Teluk Kombal Desa Pemenang Barat Kecamatan Pemenang Lombok Utara. (Suara NTB/Humas ACT NTB)

Tanjung (Suara NTB) – Ratusan rumah warga yang berada di Dusun Teluk Kombal Desa Pemenang Barat Kecamatan Pemenang Lombok Utara, runtuh rata dengan tanah. Ratusan kepala keluarga hingga saat ini masih berada di tenda pengungsian.

Melihat hal tersebut, ACT bergerak cepat dengan membangunkan shelter hunian untuk 145 warga. Hunian yang didanai langsung dari kerja sama antara ACT dan Kitabisa.com ini, akan menjadi salah satu kampung binaan ACT.

Iklan

Branch Manager ACT NTB, Lalu Muhammad Alfian mengatakan, pemberian nama kampung orang baik ini, karena pemberi donasi dan yang akan diberikan donasi insya allah menjadi orang baik.

“Pada intinya ini adalah doa. Karena ini juga kesepakatan antara ACT dan Kitabisa.com sebagai penggalang dana,” jelasnya saat ditemui di ruang kerjanya Sabtu, 27 Oktober 2018.

Ketika kitabisa.com melakukan penggalangan dana, mereka berinspirasi bahwa selama ini kitabisa.com selalu didatangi oleh orang-orang yang selalu memberikan inspirasi. Sehingga, saat akan diimplementasikan oleh ACT dalam bentuk hunian, disepakatilah nama kampung orang baik.

Alfian menambahkan, kampung ini tak hanya akan menjadi sekedar nama. Namun juga akan dibina menjadi benar-benar seperti namanya. Dimana masyarakat secara sosial akan baik, secara ekonomi pun baik.

“Tak hanya sekedar hunian saja yang akan dibangun, namun juga bagaimana sistem kehidupan mereka yang sempat lumpuh. Terutama di bidang ekonomi mereka,” paparnya.

Saat ini, sudah berdiri 38 unit rumah dari 145 yang sudah ditargetkan. Sehingga dapat dipastikan, dalam waktu dekat warga yang masih menempati tenda, dapat dengan segera menempati hunian dengan mekanisme knockdown ini.

Sementara itu, koordinator pembangunan shelter model knockdown, Bandan Purwanto menjelaskan. Model shelter knockdown yang digunakan di kampung orang baik ini, merupakan salah satu shelter unggulkan ACT. Karena dari kekuatannya, shelter ini cukup kuat.

“Semua rangkanya menggunakan besi. Meski begitu tidak terlalu berat. Sehingga tahan terhadap guncangan gempa,” jelasnya saat memantau pemasangan di dusun teluk kombal Minggu (28/10) kemarin.

Dia menjelaskan, dalam sehari enam pekerja ACT dapat menyelesaikan enam sampai tujuh unit rumah. Sehingga, proses pengerjaan shelter tersebut bisa lebih cepat dari target.

Namun, yang menjadi kendala di lapangan, yakni kondisi pondasi tempat berdirinya shelter. Dimana sebagian besar warga belum melakukan pembersihan, di lokasi tempat akan dibangunkannya shelter.

“Kami memaklumi itu, karena sebagian warga memang bekerja di tempat kerja mereka masing-masing. Namun, sebisa mungkin kami juga mengajak mereka untuk bisa menyegerakan proses pembersihan lokasi pondasi shelter,” ungkapnya.

Salah satu warga Dusun Teluk Kombal Desa Pemenang Barat Kecamatan Pemenang, Rohani mengatakan, dirinya berterima kasih  kepada ACT yang telah membangunkan untuk keluarganya shelter hunian.

“Kami berharapat secepatnya pindah dari tenda ini. Karena di sini panas kalau siang. Dan kalau malam sangat dingin. Terlebih angin kencang datang,” ungkapnya.

Dia berahap, musibah yang selama ini menimpa dirinya dan seluruh masyarakat Lombok, bisa menjadi pelajaran berharga. Terutama untuk selalu mendekatkan diri dengan Allah, dan kembali menjalankan kehidupan seperti biasanya. (act/*)