Abu Vulkanik Dikhawatirkan Cemari Sumur, BPBD NTB Ingatkan Masyarakat Berhati-hati

Mataram (suarantb.com) – Sebaran abu vulkanik Gunung Agung diperkirakan mencapai wilayah Pulau Lombok, seperti Mataram, Lombok Barat dan Lombok Utara. Ditambah hujan yang mengguyur hampir seluruh wilayah Lombok selama dua hari terakhir, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) NTB, Mohammad Rum mengingatkan masyarakat agar berhati-hati pada kemungkinan pencemaran sumber air oleh butiran abu vulkanik.

“Hati-hati terhadap sumber air, sumur-sumur kemungkinan bisa tercemar karena hujan ini membawa abu vulkanik,” ujarnya pada awak media, Selasa, 28 November 2017.

Iklan

Menurut Rum, sumur milik warga yang tidak memiliki penutup lebih baik dipasangkan penutup. Guna mencegah pencemaran air hujan yang mengandung abu vulkanik. Lebih jauh, masyarakat diminta untuk menguras sumur demi mengurangi kemungkinan mengonsumsi air yang sudah tercemar.

“Usahakan untuk konsumsi jangan gunakan sumber air yang terbuka. Karena jika dikonsumsi bisa berisiko terkena gangguan pernapasan atau infeksi saluran pernapasan akut (ISPA),” katanya.

Rum menambahkan sebaran abu vulkanik di tiga wilayah di Pulau Lombok, yaitu Mataram, Lombok Barat dan Lombok Utara masih menjadi atensi. Setelah melihat kondisi Gunung Agung yang masih berstatus awas dan terus-menerus menyeburkan abu vulkanik setinggi 3.000-4.000 meter dari kawah gunung.

Untuk antisipasi, BPBD NTB diakui Rum telah mendistribusikan masker di tiga wilayah tersebut. “Kami sudah mendistribusi masker, kami sudah suplai 4 ribu masker ke Mataram dan 8 ribu ke Lobar. Kita minta juga khususnya BPBD Mataram, KLU dan Lobar agar menyiapkan masker masing-masing,” imbuhnya lagi.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Mataram, Dedi Supriyadi yang dikonfirmasi suarantb.com menyampaikan ada 10 ribu masker yang disiapkann untuk dibagikan pada warga Mataram.

“Kalau di kota kita ada 10 ribu masker, kurang sih tapi nanti kan ada sumbangan dari yang lain-lain. Masyarakat sudah kita imbau juga, kalau tidak perlu keluar rumah ya jangan keluar. Kalau keluar rumah pun harus memakai masker,” jelasnya. (ros)