Abrasi Pantai, Ruas Jalan Provinsi di Kilo Kembali Rusak

BERLUBANG - Tampak ruas jalan di Dusun Matompo Desa Mbuju Kecamatan Kilo berlubang akibat abrasi pantai, Rabu,  21 November 2018. (Suara NTB/jun)

Dompu (Suara NTB) – Kendati sudah mendapat sentuhan perbaikan 2017 lalu, ruas jalan provinsi di Kecamatan Kilo kembali rusak akibat abrasi pantai. Di beberapa titik bahkan kondisinya kian memprihatinkan dan rentan menimbulkan kecelakaan. Kontruksi bangunan yang keropos diduga kuat jadi pemicu utamanya.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Dompu, Drs. Imran M. Hasan yang dikonfirmasi terkait persoalan itu menyayangkan tidak bertahan lamanya tanggul penahan gelombang pantai tersebut. “Walaupun saya bukan orang teknis tapi kalau saya lihat itu memang karena bangunannya tidak kokoh atau keropos,” kata dia, Rabu,  21 November 2018.

Iklan

Dikatakan keropos karena areal penimbunan hanya diisi dengan material tanah tanpa bebatuan, sehingga memudahkan arus gelombang yang lebih tinggi dari tanggul mengikis dan membuat ruas jalan terus berlubang. Seperti yang terjadi di Dusun Matompo Desa Mbuju dan beberapa titik di Desa Kramat.

Melihat ancaman meluasnya kerusakan jalan utama ke wilayah Kilo tersebut, Imran M Hasan berencana mengkomunikasikannya ke pemerintah pusat dengan harapan ada program penanggulangan permanen dampak abrasi yang selalu ditemukan tiap tahun ini. “Kita akan buat konsep untuk perbaikan dampak abrasi itu mudah-mudahan bisa diterima BNPB, apalagi ini kan sudah sangat sering,” ungkapnya.

Selain ruas jalan Kilo, lanjut dia, lahan pertanian masyarakat di Desa Huu pun tak kalah memprihatinkan kondisinya akibat terdampak abrasi pantai, yang mana sepanjang 2 Km lahan terus terkikis dan terancam tidak bisa lagi dimanfaatkan beberapa tahun kedepan. “Itu belum ada penanganan dan perhatian sama sekali,” tegasnya.

Sementara salah seorang warga Mbuju, Ady kepada Suara NTB sebelumnya mengaku prihatin atas kerusakan ruas jalan provinsi di Kilo akibat abrasi pantai ini. Pun ia menduga kuat kerusakan yang kerap menimbulkan kecalakaan itu dipicu konstruksi tanggul perbaikan dibangun asal-asalan.

“Dugaan kita kerusakan itu karena diperbaikinya asal-asalan, lihat saja jalannya kan sampai bolong seperti itu. Bahkan di sana sudah sering terjadi kecelakan apalagi tidak ada penerang jalan,” pungkasnya. (jun)