Abrasi Labuhan Haji, Jalan Terancam Putus

Abrasi Pantai Labuhan Haji yang disebabkan ombak. Pemkab Lotim perlu memikirkan solusi agar jalan yang dibangun tidak rusak setiap dihantam ombak. (Suara NTB/rus)

Selong (Suara NTB) – Abrasi terjadi lagi di Pantai Labuhan Haji Kabupaten Lombok Timur (Lotim). Hantaman  ombak perairan Selat Alas menghantam badan jalan pinggir pantai hingga nyaris putus.

Terlihat di Pantai Labuhan Haji, Senin,  27 Mei 2019, gelombang ombak terus mengikis jalan jurusan Labuhan Haji Suryawangi. Kubangan yang ditimbulkan ombak ganas ini  ini terancam makin meluas dan menenggelamkan talut jalan dan talut yang sudah dibangun pemerintah daerah Lotim.

Iklan

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lotim, Purnama Hadi yang dikonfirmasi Suara NTB di Selong, mengaku sudah meninjau lokasi abrasi.  Menurutnya, abrasi masuk kategori bencana yang tidak bisa dihindari.

Dalam hal ini, ujarnya, tidak bisa juga disebut karena alasan kualitas pekerjaan jalan dan perencanaan pembangunan. Apalagi abrasi adalah bencana yang tidak bisa dihindari.

Pada APBD induk diketahui banyak diarahkan untuk penanganan sederetan musibah yang melanda Lotim. Mulai dari banjir bandang dan gempa bumi yang merusak ribuan rumah warga. “Nanti kita anggarkan di APBD Perubahan,” ucap Purnama Hadi menerangkan.

Penanganan abrasi Labuhan Haji harus dengan pembangunan bronjong sebagai pemecah gelombang. Batu batuan yang terpasang sebagai penahan ombak ini cukup efektif menahan hempasan gelombang.

Setelah aman  dari gelombang, sambungnya baru bisa dibangunkan talut. Meaki demikian, tidak ditampik masih akan terjadi abrasi, karena bersentuhan langsung dengan alam. “Inikan musibah alam, kita tidak  bisa lawan alam,” ucapnya.

Melihat bentangan jalan yang rusak disebut kebutuhan anggaran tidak terlalu besar. BPBD Lotim memprediksi, perbaikan jalan ini bisa tuntas dengan alokasi anggaran sebesar Rp 500 juta sampai dengan Rp 600 juta. (rus)