Abrasi Ancam Pariwisata Pantai Maluk

Kondisi Pantai Maluk, Kabupaten Sumbawa Barat yang terus menyusut akibat abrasi.(Suara NTB/ist)

Taliwang (Suara NTB) – Eksistensi pantai Maluk sebagai salah satu destinasi pariwisata di Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) terancam hilang. Pasalnya abrasi yang terjadi setiap tahun terus menggerus bibir pantai yang berada dekat dengan tambang Batu Hijau itu.

Abrasi di pantai Maluk menang terhitung ekstrem. Menurut penuturan warga setempat, hanya dalam kurun waktu kurang 10 tahun penyusutan bibir pantai berpasir putih itu hampir mencapai 30 meter. “Perkiraan saya ada mungkin sudah 30 meter yang digerus ombak,” ungkap Efendi yang setiap harinya membuka warung di pantai Maluk ini tahu betul ancaman abrasi akibat ombak itu. Ia menuturkan, penyusutan bibir pantai maluk secara ekstrem terjadi sejak tahun 2011 lalu. Sejak saat itu setiap musim ombak besar melanda terjadi perubahan garis bibir pantai.

Iklan

Memasuki tahun 2017, abrasi sudah membuat kerusakan di pantai Maluk. Di mana banyak fasilitas pariwisata yang ditempatkan PT Newmont Nusa Tenggara (NNT) – operator tambang Batu Hijau saat itu hilang tersapu ombak. Dan puncak kerusakan yang dibuat adalah robohnya bangunan-bangunan warung di sekitar pantai peninggalan PTNNT. “Sampai sekarang masih terjadi. Kemarin setelah lebaran 2 warung dekat saya ini roboh lagi diterjang ombak,” timpalnya.

Sebenarnya kata Efendi, upaya untuk menangani abrasi pantai Maluk itu sempat diupayakan PTAMNT kala itu. Perusahaan tersebut sempat membangun tanggul penahan ombak tepat di depam bangunan warung yang ditempatinya bersama pedagang lainnya. Sayang cara itu tidak berhasil. Besarnya ombak justru merusak tanggul tersebut berkeping-keping.

“Bekas tanggul itu sekarang justru membahayakan pengunjung. Karena kawat-kawat betonya tidak bisa dilepas dan dibiarkan di pinggir pantai begitu saja,” beber Efendi.

Sepeninggal PTNNT, upaya pencegahan abrasi pantai Maluk tidak pernah dilakukan. Baik oleh pemerintah maupun PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT) operator tambang Batu Hijau yang baru. Diungkapkan Efendi, sejak hengkangnya PTNNT pengelolaan pantai Maluk diambil alih oleh pemerintah desa setempat. “Oleh desa memang dibangun lagi beberapa fasilitas di dekat sini. Tapi menurut saya kalau tidak ada upaya menghalau abrasi ini. Pantai ini pada akhirnya akan hilang,” pungkasnya. (bug)

  Mendikbud Puji KSB Pulihkan Pendidikan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here