Abrasi, Akses Jalan Lingkar Gili Air Terancam Putus

Akses jalan Gili Air terancam putus akibat abrasi. Warga berinisiatif gotong royong dengan melepas material bangunan bekas di titik abrasi. Perlu segera diperbaiki oleh instansi berwenang. (Suara NTB/ist)

Tanjung (Suara NTB) – Akses jalan lingkar Dusun Gili Air, terancam putus akibat abrasi. Meski gelombang tidak besar, kesalahan konstruksi sejak awal menyebabkan sarana talud yang dibangun tahun 2019 perlahan rusak dan mengikis badan jalan.

Tokoh masyarakat Gili Air, H. M. Taufik, Jumat, 8 Januari 2021 mengatakan kerusakan tanggul hingga menyebabkan badan jalan amblas diduga karena kekeliruan pengerjaan proyek. Ia mencermati, di bagian lekukan yang diterjang hempasan ombak tidak ditanggul. Yang ditanggul justru di roi pantai yang bersebelahan dengan lekukan.

“Di bagian belokan itu tidak ditanggul, dari sana abrasi mulai mengikis tanggul. Sekarang sudah sangat parah, dari 6 meter badan jalan mungkin tersisa 1 meter lebih,” ucap Taufik.

Mantan Kades Gili Indah ini menjelaskan, pengikisan bahu jalan merembet setiap ombak pasang. Peristiwa ini dibiarkan berlarut sejak 2019. Januari 2021 ini, kondisinya makin parah karena jalan yang dipaving block mulai terkikis sampai materialnya hanyut terbawa arus.

Untuk mengantisipasi kerusakan lebih parah, Taufik mengaku sudah berkoordinasi dengan Kepala Dusun, warga Dusun Gili Air, serta kelompok cidomo untuk bergotong royong. Upaya yang dilakukan, mereka menghimpun material reruntuhan rumah bekas gempa untuk ditimbun di roi pantai yang abrasi.

“Saya pernah lihat di Australia, bibir pantai tidak ditanggul tetapi hanya dilepas batu. Memang batunya hanyut, tapi bisa mencegah abrasi,” sebutnya.

“Di Gili Trawangan, persisnya di depan Coral Beach, hanya ditempatkan batu gunungan, juga tidak abrasi,” tambahnya lagi.

Ia berharap, OPD terkait baik di Pemprov NTB dan Pemda KLU, memiliki kajian mendalam sebelum menggelontorkan program talud atau program lain di seputaran 3 Gili. Pasalnya, demografi Gili sebagai pulau kecil sangat rentan terhadap cuaca.  (ari)