ABK Harus Bersekolah, Kepala SLB Diminta Jemput Bola

Eva Sofia Sari (Suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB) – Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) harus bersekolah. Oleh karena itu, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) NTB meminta kepala sekolah agar menjemput bola ke masyarakat agar ABK bisa bersekolah.

Kepala Bidang Pembinaan Pendidikan Khusus-Pendidikan Layanan Khusus (PK-PLK) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) NTB, Hj. Eva Sofia Sari, S.Pd., M.Pd., menjelaskan, semua ABK harus bersekolah. Ia menyarankan kepada kepala Sekolah Luar Biasa (SLB) yang belum terpenuhi kuota siswa barunya agar menjemput bola ke masyarakat. “Guru-guru harus kreatif mencari siswa, mencari ABK agar bisa bersekolah di SLB,” katanya.

Iklan

Terkait pelaksanaan PPDB di SLB, Eva menyampaikan tidak ada jadwal per rangkaian, hanya ada jadwal secara umum. Menurutnya, sepanjang kuota siswa di SLB belum tercukupi, pihak sekolah harus membuka pendaftaran PPDB.

Rangkaian PPDB SLB mulai dari pendaftaran dan verifikasi, pengumuman, dan pendaftaran ulang dilaksanakan sejak 8 Juni 2020 sampai dengan 11 Juli 2020. Di petunjuk teknis (juknis) PPDB tahun pelajaran 2020/2021 dicantumkan kuota per rombongan belajar. Namun, karena keterbatasan jumlah SLB di NTB, kuota itu bisa disesuaikan dengan kondisi sekolah.

Prosedur pendaftaran calon peserta didik sekolah luar biasa melalui sistem luring dengan menerapkan protokol kesehatan penanganan Covid-19. Calon peserta didik mendaftarkan diri pada sekolah yang dipilih. Kemudian, calon peserta didik mengisi formulir pendaftaran yang disediakan dan mengembalikannya kepada sekolah tempat mendaftar, dengan melengkapi dokumen yang ditentukan oleh sekolah tempat mendaftar.

Eva mengakui bahwa dalam Juknis PPDB tertulis kuota per rombongan belajar. Namun bila siswa yang mendaftar melebihi kuota, pihak sekolah akan mengatur sesuai keadaan sekolah. “Dalam arti tidak boleh menolak anak untuk bersekolah,” ujarnya.

  Ini Penjelasan Pihak IAIN Mataram Terkait Dugaan Cuti Paksa

Di juknis PPDB dicantumkan kuota per rombongan belajar TK Luar Biasa (LB) maksimal lima orang, untuk SDLB maksimal lima orang, dan untuk SMPLB dan SMALB maksimal delapan orang.

Terpisah, Kepala SLBN 2 Mataram, Winarna, M.Pd., pada Selasa, 30 Juni 2020 mengatakan, kuota siswa baru di SLBN 2 Mataram sudah terpenuhi bahkan berlebih SLBN 2 Mataram menerima 21 siswa baru dan 23 siswa lanjutan melaksanakan daftar ulang. SLBN 2 Mataram memiliki SDLB, SMPLB, dan SMALB. Tahun ini pihaknya juga membuka kelompok TKLB. “Sebenarnya masih ada empat siswa lagi yang belum dapat tempat, kami arahkan untuk masuk di SLBN 3 Mataram, tapi mereka masih mempertimbangkan,” katanya.  (ron)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here