Abaikan Prokes PTM Terbatas, Dikbud Beri Peringatan Sejumlah Kepsek

Ali (Suara NTB/Jun)

Bima (Suara NTB) – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kota Bima, telah mengevaluasi Pembelajaran Tatap Muka (PTM) Terbatas di SD/SMP sederajat. Sejumlah Kepala Sekolah (Kepsek) diberi peringatan karena kedapatan mengabaikan Protokol Kesehatan (Prokes).

Kepala Bidang Pendidikan Dasar (Dikdas) Dikbud Kota Bima, M. Ali kepada Suara NTB, Jumat, 6 Agustus 2021 menyampaikan, dari beberapa sekolah yang ditinjau sebagai sampel pelaksanaan PTM Terbatas, terdapat tiga sekolah yang ditemukan mengabaikan penerapan prokes. “Karena temuan itu, kemarin kita undang semua Kepsek untuk rapat koordinasi. Kami memberikan penegasan bahwa prokes harus tetap dilakukan dengan ketat,” jelasnya.

Iklan

Ketiga sekolah yang ditemukan melanggar namun enggan disebutkan lokasinya itu, rata-rata mengabaikan pengaturan jarak duduk siswa. Kemudian kurang mengawasi penggunaan masker di lingkungan sekolah.

Terhadap pimpinannya, tegas dia, sudah diberi peringatan, dan mereka telah membenahi penerapan prokes PTM Terbatas.

Mengingat pelanggaran yang dilakukan masih bisa ditolerir, pihaknya tidak menghentikan aktifitas pembelajaran di sekolah yang bersangkutan. Tetapi ketika ditemukan mengulangi saat evaluasi lanjutan nanti, langkah itu tak segan-segan diambil. “Karena masih bisa ditolerir PTM-nya tetap berlanjut. Mulai Senin besok evaluasinya akan dilakukan secara terus menerus,” ujarnya.

Penerapan prokes di tengah lonjakan kasus Covid-19, menurut M. Ali, sangat penting dilakukan. Karenanya, tidak boleh ada lagi sekolah yang menganggap remeh, apalagi ini menyangkut kesehatan peserta didik.

Sementara disinggung rencana rapid antigen atau vaksinasi massal siswa, ia belum berani memastikan. Pihaknya ingin melihat terlebih dahulu perkembangan PTM Terbatas sebelum mengambil langkah-langkah tertentu. “Kalau memang memungkinkan kita akan upayakan. Sementara ini belum, kita prioritaskan dulu guru-guru,” pungkasnya. (jun)

Advertisement