Abai Protokol Kesehatan, Sekolah Tidak Boleh Gelar Pembelajaran Tatap Muka

H. Aidy Furqan. (Suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB) – Simulasi pembelajaran tatap muka terbatas di jenjang SMA, SMK, dan SLB dimulai Senin, 14 September 2020. Sekolah harus mematuhi protokol kesehatan cegah penularan Covid-19. Jika sekolah tidak mengabaikannya, maka sekolah tersebut terancam tidak boleh melaksanakan pembelajaran secara tatap muka ke depannya.

“Sekolah yang mengabaikan protokol Covid-19, tidak diizinkan melakukan layanan  pembelajaran tatap muka sampai dengan maksimal satu semester ke depan,” ujar Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) NTB, Dr. H. Aidy Furqan, M.Pd., Jumat, 11 September 2020.

Iklan

Ia menyampaikan, simulasi atau uji coba pembelajaran tatap muka dapat dilakukan dengan sistem sif, blok, atau sliding yang ditentukan oleh sekolah sesuai dengan kondisi masing-masing. Terkait durasi waktu simulasi per sif dalam satu hari maksimal empat jam pelajaran.

Sementara jumlah siswa yang boleh mengikuti simulasi pembelajaran tatap muka maksimal 50 persen dari total jumlah siswa masing-masing sekolah, dengan pengaturan kelas diisi oleh maksimal 18 orang.

“Apabila selama pelaksanaan simulasi pembelajaran tatap muka, terindikasi sekolah menjadi klaster baru penyebaran Covid-19, maka sekolah wajib langsung menutup seluruh kegiatannya,” katanya.

Seluruh warga sekolah juga diwajibkan mengenakan masker saat di lingkungan sekolah, saat kedatangan, maupun kembali ke rumah. Sekolah juga diwajibkan memberikan edukasi setiap hari sebelum memulai pembelajaran dan setelah pembelajaran berakhir, melalui pengeras suara masing-masing sekolah.

Bagi warga sekolah yang tidak mengenakan masker wajib dipulangkan dan dikenakan denda sesuai dengan Perda Nomor 7 Tahun 2020 tentang Penanggulangan Penyakit Menular.

“Simulasi pembelajaran tatap muka dapat dilaksanakan oleh sekolah atas dukungan komite dan persetujuan orang tua/wali,” ujar Aidy.

Sementara itu, pihak sekolah mulai mematangkan persiapan untuk menggelar simulasi. Kepala SMAN 3 Mataram, Sunoto pada Kamis, 10 September 2020 menyampaikan, pihaknya sudah menyiapkan berbagai persiapan sesuai panduan yang dikeluarkan oleh Dinas Dikbud NTB. “Kami juga sudah membuat video simulasi saat tatap muka terbatas nanti,” katanya.

Ia menjelaskan, siswa akan bergiliran masuk sekolah, SMAN 3 Mataram membagi, siswa kelas X hadir ke sekolah pada hari Senin (14/9) dan Selasa (15/9), kelas XI pada Rabu(17/9) dan Kamis (18/9), dan kelas XII pada Jumat (19/9) dan Sabtu (20/9).

“Untuk video simulasi hanya beberapa siswa dan guru yang terlibat. Mulai dari pemeriksaan masker, suhu tubuh, cuci tangan, pengaturan tempat duduk di kelas dan seterusnya, hingga pulang meninggalkan sekolah,” katanya.

Dinas Dikbud NTB telah merilis daftar sekolah di kabupaten/kota yang akan melaksanakan simulasi pembelajaran tatap muka. Sekolah di setiap kabupaten/kota akan dibagi secara bergilir per minggu, minggu pertama dilaksanakan dari tanggal  14 sampai dengan tanggal 19 September, minggu kedua pada tanggal 21 sampai dengan 26 September, dan minggu ketiga dari tanggal 28 September sampai dengan 3 Oktober.

Sementara itu, Kepala SMAN 2 Sumbawa Besar, Sahyuddin, S.Pd., MA TESOL., dihubungi terpisah, mengatakan, pihaknya tetap waspada, karena yang paling krusial adalah anak berkerumun di lingkungan sekolah. Oleh karena itu kesadaran siswa yang perlu diingatkan kembali, terutama dalam menjaga jarak, memakai masker, dan penerapan protokol kesehatan lainnya. “Sekolah akan terus mengingatkan,” katanya.

Sahyuddin juga menyampaikan, pihaknya sudah menyiapkan protokol kesehatan seperti menyiapkan alat cuci tangan dan mengatur ruang kelas, di mana satu bangku untuk satu siswa. “Contohnya, kami punya delapan rombongan belajar di kelas X, kami akan siapkan 16 ruangan untuk kelas X dalam dua hari itu,” katanya. (ron)