996 Mahasiswa Ummat Ikuti KKN dari Kampung Halaman

Rektor Ummat H. Arsyad A. Gani melepas mahasiswa KKN di kampung halaman secara daring, Selasa, 1 September 2020. (Suara NTB/dys)

Mataram (Suara NTB) – Sebanyak 996 mahasiswa Universitas Muhammadiyah Mataram (Ummat) mengikuti Kuliah Kerja Nyata (KKN) dari kampung halaman mereka. Suasana Covid-19 membuat pelaksanaan KKN berbeda dari biasanya. Pelepasan resmi mahasiswa KKN dilakukan secara daring, pada Selasa, 1 September 2020.

Ketua Panitia KKN Ummat, Suwandi, M.Ag., menjelaskan melepas mahasiswa KKN dengan suasana Covid sesuatu yang baru pertama dilakukan. “Mahasiswa yang sudah terdaftar 996 orang,” ujarnya.

Dari jumlah itu kemudian pihaknya membagi kelompok berdasarkan jumlah dosen pembimbing lapangan (DPL). Nantinya selama pelaksanaan KKN akan dibimbing oleh 43 DPL yang dibagi menurut kelompok kecamatan asal mahasiswa. Artinya kampus sudah membagi mahasiswa ke dalam 43 kelompok kecamatan. “Dan akan dibimbing oleh 43 dosen pembimbing,” jelasnya.

Pada KKN ini, ujarnya, mahasiswa peserta KKN terdiri dari 10 kabupaten dan Provinsi NTT, serta ada 6 mahasiswa berasal dari luar NTB, yakni Sulawesi, Bali, dan Jawa. Untuk mahasiswa asal NTT ada sebanyak 42 mahasiswa. Selebihnya berasal dari kabupaten/kota di NTB. “Akan mulai kegiatan KKN di lokasi masing-masing di desa masing-masing,” paparnya.

Pihak kampus mengingatkan agar mereka senantiasa menjaga nama baik kampus. Selama berada di lokasi KKN sebiasa mungkin ide dan kreativitas mereka harus keluarkan dan membuktikan mahasiswa Ummat penuh dedikasi dan kreasi.

“Perlu saya ingatkan bahwa kalian berada di lokasi tunjukkan kreativitas inovasi dan ide terbaik agar bisa bermanfaat bagi masyarakat dan memberian sumbangsih yang baik bagi kampung halaman. Harus memperhatikan protokoler covid menyiapkan tempat cuci tangan menjaga jarak aman fisik dan sosial. Kita harus perhatikan itu, sehingga tidak pernah ada terjadi dalam sejarah kita laksanakan KKN dengan pulang kampung,” paparnya.

Rektor Ummat Dr. H. Arsyad A. Gani, menyampaikan KKN dengan sistem daring dan mandiri pertama kali dalam sejarah. Karena suasana covid, maka model KKN seperti inilah yang bisa dilakukan. Pada mahasiswa, Arsyad A. Gani berpesan agar mahasiswa bisa hadir memberikan solusi, bukannya menghadirkan masalah.

“Kalian hadir di masyarakat harus mampu mencari solusi memcahkan persoalan masyarakat desa, bisa memanfaatkan ilmu pengetahuan selama di bangku kuliah. Saat inilah kalian implementasikan ilmu di kampus,” pesannya.

Meski dilakukan secara mandiri, dia ingatkan agar KKN dilakukan serius, karena model pelaporan akan dilakukan setiap hari.

“Di sinilah pembuktian mahasiwa untuk bisa memanfaatkan teknologi. Harus mampu membawa nama baik kampus Ummat,” ujarnya. (dys)